Kawasaki

Sykes, who has been an official Kawasaki rider for the past two seasons and a key figure in the development of the current Ninja ZX-10R racebike,...

Ducati

After a positive first two days during the final round of the MotoGP season 2011, the Ducati team had been unfortunate and untimely end for the Valencia Grand Prix...

Yamaha

Racing M. Zaki on a Yamaha Yamalube FDR KYT Trijaya MP3MotoPrix round champion Successful Kemayoran Circuit VIII at last...

Honda

Ultimate series Honda Racing Championship 2008 (HRC) was fierce in the Park Circuit, Surabaya (2 / 11)...

Suzuki

Drag Bike Series Race War II in the Garden of Hope Indah Circuit City (7-8/5) and then, again proved his toughness Suzuki Shogun 125 owned by Erwin...

Showing posts with label Karburator. Show all posts
Showing posts with label Karburator. Show all posts

Thursday, September 27, 2012

Pilihan Karbu Imitasi, Harga Miring Kualitas Jempol


Maraknya peredaran karbu aspal alias palsu dipasaran bisa  membuat brother pusing ketika melakukan penyetingan. Maklum, jika mengaplikasi karbu abal-abal resikonya akan mengalami kesulitan ketika melakukan seting. Kemungkinan yang membuat karbu menjadi sulit untuk diseting bisa terpengaruh kualitas karbu itu sendiri.

Nah, buat brother yang punya rencana untuk membeli karbu baru, ada beberapa alternatif pilihan karbu yang harganya lebih ‘miring’ tapi kualitasnya baik. Kira-kira seperti apa ya? Yuk dicari tahu!.
Keihin PE 30
Untuk memaksimalkan fungsi karburator, trik paling berat yaitu dengan cara mereamer alias membesarkan lubang venturi tujuannya. Tentu untuk mengoptimalkan performa tunggangan kebanggaan. Namun trik untuk mereamer itu cukup rumit karena harus menyiapkan ‘perabotan’ pendukungnya.

Selain itu, jika ukurannya tidak wajar, bodi karbu rawan bocor, akibatnya bukan mengoptimalkan performa tetapi efeknya katup gas atau skep yang mengatur asupan bahan bakar akan tidak maksimal.

Solusinya brother bisa memilih karbu Keihin PE yang kondisinya sudah direamer, jadi bodi karbu itu ukuran 28 mm hanya diameter venturinya 30 mm. Karbu yang cocok untuk motor Yamaha Byson, Scorpio dan Honda MegaPro ini beredar di pasaran dengan banderol Rp 400 Ribu.


Keihin PE 24
Karbu ini memiliki ciri piston skepnya lebih tebal, karena jika dibandingkan dengan karbu abal-abal yang sejenis akan terlihat perbedaan ini lebih ‘gendut’. Selain itu, warna krom yang terdapat pada skep itu terlihat lebih cerah dan mengkilap.

“Jika dibandingkan dengan karbu KW, skep ini lebih terlihat lebih tebal dan warnanya lebih mengkilap, padahal kedua karbu ini kondisinya sama-sama baru,” ungkap Emin Susanto dari Jl. Ciledug Raya, No. 8, Petukangan Utara, Jakarta Selatan. Telepon (021) 6053-5468.

Dengan perbedaan itu, maka botol skep yang terdapat pada karburator yang cocok digunakan untuk motor Yamaha Jupiter Z dan Honda Supra X125 ini tidak bisa saling tukar dengan karburator sejenis dan walau venturinya sama. Karbu model ini dibanderol dengan harga Rp 300 ribu.

Keihin PWL 28
Dengan menggunakan kar­burator ini, setingan penyuplai campuran bahan bakar bisa konsisten. Juga tidak akan membuat mekanik bingung dalam menemukan setingan yang pas. “Setingan karburator yang sulit itu karena krom yang terdapat pada skep mudah luntur, dan gampang tergores. Akibatnya akan berpengaruh terhadap sulitnya menemukan setingan yang pas,” beber Emin Emin Susanto dari Hidup Baru Motor.

Nah, akibat apabila botol skep atau katup gas mudah tergores, sisa goresan yang menjadi kotoran itu bisa jadi penyebab karburator abal-abal sulit ditaklukan setingannya. Terbukti karburator yang cocok digunakan untuk motor Suzuki FU, Yamaha Jupiter MX ini memiliki piston skep yang tidak mudah luntur dan tergores.

Hali itu, dibuktikan dengan menggoreskan katup gas alias piston skep itu pada meja. Hasilnya, karbu seharga Rp 300 ribu ini memiliki pison skep yang tidak mudah tergores.

OKO 24
Karbu yang didatangkan dari Negeri Gajah Putih alias Thailand ini sudah dilengkapi dengan power jet. Sehingga brother tidak harus mengakali dengan cara membuat power jet sendiri. Karena power jet buatan sendiri kadang ukuran lubang yang dibor tidak sesuai, akibatnya tidak maksimal. Karena sudah dilengkapi dengan power jet, jadi karbu ini cocok digunakan motor balap. Karena dengan gasingan mesin yang dipaksa putaran tinggi.

Karburator yang dilego Rp 450 ribu ini cocok digunakan untuk motor-motor bebek seperti Yamaha Jupiter MX, Honda Supra X125 dan Honda Blade. Sistem kerja power jet yang terdapat pada karburator ini dengan cara membuka baut yang terdapat di bagian atas venturi, sehingga asupan bahan bakar yang diterima oleh mesin yang dipaksa berputar di putaran tinggi, efeknya tarikan motor menjadi lebih responsif. Namun, karbu ini juga bisa diaplkiasi pada motor harian, tetapi jarang heran jika bahan bakarnya lebih boros.

Wednesday, June 13, 2012

Karburator Racing, Tiap Merek Beda Karakter!

Pengabutan bahan bakar di karburator, sangat kental dengan setingannya. Terkadang berubah-ubah dan harus diubah demi sesuaikan karakter engine. Akan tetapi, pada dasarnya set-up karburator bertujuan mencari campuran molekul udara dengan bahan bakar yang ideal. Faktor yang dapat mempengaruhi proses penyetelan karburator adalah kelembaban. Semakin tinggi tingkat kelembaban, komposisi bahan bakar harus semakin tinggi. Berikutnya isi silinder akan berbanding lurus dengan kapasitas mesin.

Tak kalah penting, suhu lingkungan dan pemakaian tipe saluran buang. Di bawah ini, tersedia beragam tipe dan merek karburator. Tentunya, yang kerap dipakai buat pacuan balap. Tiap karbu, punya kekurangan dan kelebihan buat menunjang performa engine keseluruhan. Yukz, cari tahu! KEIHIN PWK Penyuplai campuran bahan bakar ini, punya bentuk skep semi flat dengan lapisan krom. Diandalkan untuk respon sempurna dan flow lebih besar pada rpm tinggi. Part pengabut ini juga mudah dalam penyetelan. Baik itu yang berventuri 24 mm dan 28 mm. PWK Dilengkapi Quad Vens.

Tujuannnya diaplikasi part ini buat kurangi tenaga drop. Selain itu, juga dilengkapi dengan air strikers yang berfungsi mengarahkan udara langsung menuju nosel utama. Jadi, udara langsung menuju nosel utama demi membangkitkan sinyal dan respon gas. Tak sedikit tim balap yang pakai part ini. Salah satunya, Suzuki Cargloss AHRS Racing Team yang andalkan PWK 24 buat di tunggangan kelas 110 cc.

“Kombinasi main-jet 58 dan pilot-jet 110, dirasakan tenaga engine untuk putaran bawah dan tengah mudah didapat. Sesuai karakter mesin,” menurut Cepi Suyanto, kepala mekanik dari tim yang bermarkas di Depok, Jawa Barat ini. Mikuni TM Mikuni TM biasa dijuluki karburator kotak. Pengabut bahan bakar dan udara ini memang konsisten dengan skep berbentuk kotaknya.

Tipe TM 24, dipakai buat bebek balap 110 cc. “Enak dan mudah disetting. Cocok untuk akselarasi dan top speed,” menurut Jimmy S. Winata sebagai Team Director Wahana Dunia Motor Racing Team. Seni bermain Mikuni adalah mempunyai stok nosel dan jarum skep yang bermacam-macam. Diantaranya, nosel berkode P-0, P-2, P-4, P-5, P-6 dan P-8. Total seluruhnya ada 26 nosel atau needle jets yang bisa ditukar pasang di venturi Mikuni TM 24. Akan tetapi yang harus diperhatikan yaitu ukuran nosel, karena harus dicocokan ukuran jarum skepnya. Semakin tinggi angka nosel, semprotan bensin akan semakin kaya,” timpal Suhartanto selaku mekanik.

Thursday, April 19, 2012

Karburator balap,drag dan touring

Bagaimana memilih karburator yang sesuai…? Dengan banyaknya karburator aftermarket dengan kemasan-kemasan menggiurkan tentu membuat kita ngiler berat dan takutnya menjadi gila belanja barang ber-merk seperti tante-tante tanpa melihat kebutuhan. Asal karbu gede pasti kenceng, keliru, mbrebet mungkin iya hehehehe… Meski karbu kecil jika kita dapat menemukan setelan yang pas akan jauh lebih baik.
Hanya sedikit berbagi ilmu tentang formula menentukan ukuran karburator ideal dengan kapasitas silinder mesin serta rpm max power yang diinginkan.
THROTLE = VARIAN x SQRT ( DISPLACEMENT * PEAK )
Dimana THROTLE adalah nilai yang akan kita cari, merupakan diameter Venturi / throttle body dalam satuan millimeter yang menentukan ukuran karburator yang harus dipilih. DISPLACEMENT adalah satuan kapasitas isi silinder dalam liter. PEAK yaitu putaran mesin maksimum yang bisa dihasilkan. VARIAN adalah konstanta penentu apakah mesin kamu special engine ataukah mesin produksi massal. Nilai varian memiliki rentang 0.56 hingga 0.9 , dimana motor Moto GP memakai nilai maksimal yaitu 0.9, sehingga kelas MOTO GP 125 cc dimana mesin mampu berkitir hingga 14.000 RPM berani memakai karburator gambot sebesar 38mm, sedangkan kelas drag bike lokal biasanya cukup memakai karburator 34mm.
Sebagai contoh,
Kita ambil sebuah motor standar Jupiter z missal, dengan kapasitas 107cc, ingin mencapai tenaga di putaran 7500 RPM. Varian yang dipakai adalah 0.6
Sehingga ketika dimasukkan ke dalam rumusan tersebut adalah sebagai berikut :
THROTLE = 0.6 x sqrt ( 0.107 * 7,500 )
Didapat hasil Throtle adalah 16.9 atau jika dibulatkan adalah 17mm, itu merupakan spek standard pabrik yang tentunya sudah dihitung cocok untuk dipakai harian, nyaman dipakai menggonceng pacar -bagi yang jomblo ga usah iri… sama kok hehehehe- Motor dengan spek seperti ini jauh dari kata bikin ribet. Tapi kalo turun balap ya keburu kehabisan nafas dan ditinggal minum kopi sambil rokokan ama lawan di garis finish hehehehehhehe… Kasian.

Jika kita turun balap drag bike dengan motor jupiter z di kelas 125cc, biasanya tuner menggandeng karburator PE 28mm bukan tanpa alasan, karena tugas karburator tersebut harus mampu mensupport hingga 14.000 RPM, tinggal bagaimana CDI mampu menghasilkan kurva pengapian yang pas serta membuka limiter putaran mesin. Kemampuan karbu serta fokus tenaga pada RPM tinggi harus di desain sedemikian rupa sehingga klep dan ruang porting mampu mengimbangi. Desain Camshaft dengan durasi extreme dan LSA kecil memungkinkan overlaping memberi keuntungan di putaran tinggi. Agar putaran bawah tidak terlalu lemot maka rasio kompresi perlu ditingkatkan dan optimalisasi ruang bakar adalah mutlak.
Nah, seberapa besar reamer karburator ataukah keputusan untuk mengganti karburator dengan venturi yang lebih besar dapat berawal dari rumusan ini. Jadi keputusan yang bijak dapat menghasilkan pilihan karburator yang asyik dipakai harian, oke diajak turing, ataupun bertenaga istimewa saat dipacu untuk balap.

Wednesday, March 21, 2012

Karburator Keihin PWM 38 Sudco

Keihin PWM 38 Sudco merupakan standar karburator untuk mesin special engine 125 dan 250, menghasilkan pasokan bahan bakar yang akurat, tepat dan cepat. Design venturi besar dan jetting yang banyak tersedia memberikan kemudahan dalam hal setting.
Rp. 2.650.000,00

Tuesday, December 27, 2011

Use Karbu RX-King on Thunder 125? Use the Scorpio-Z Intake

How to power jack Suzuki Thunder 125 can use an alias carburetor carburetor Yamaha RX-King. To be installed perfectly all pairs of intake manifolds have a Yamaha Scorpio-Z.

"The direction the same as the standard carburetor. Ubahannya few really "Ceng said Kun, Kun Ceng owner and mechanic Motor Sport (CMS) in Tangerang, Banten.

MOTOR Plus had the option to review Thunder 125 carburetor, one disposable component atomizer fuel RX-King. First choice is still relying on the original swan neck Thunder 125. Tactic installation, can use an adapter to fit the barrel carburetor to the intake Thunder 125.

This option is time to use the intake manifold had a Scorpio-Z. Installation is just shifting the position of the bolt holes on the intake to the top, to fit with the engine cylinder head bolts on the Thunder.

"Hollowed use tuner 1 mm drill bolt holes into the engine intake," said Ceng Kun could also be called Jake who is not Sembung it. "Hollowed use tuner 1 mm drill bolt holes into the engine intake," said Ceng Kun could also called Jake who is not Sembung it.



Buoy elevated to 23 mm
Before the carburetor mounted to the intake Scorpio-Z, carburetor previous RX-King must be setup again. Main-Mikuni jet size 26 is derived from the 150 or 145 so 125. Skepticism needle clip must also follow the second line is shifted from the top.

"Thereon contrived to fit dry gas mbebek opened baseball," Ceng cerocos Kun hard way that if stopped. Do not forget the gasoline gauge also must be lifted up. The default high carburetor float RX-King 20 mm or 21 mm.

Make use of the float height Thunder 125 RX-King atomizer to 23 mm. "Adjust the character of the supply of gasoline at the 4-stroke engine. Let pas wrote, "said Ceng Kun.

If the cost totaled more than USD 900 thousand. Karbu original RX-King and the new USD 800 thousand and intake Scorpio-Z Rp 100 thousand. If you want efficient use of the former.

Tuesday, December 20, 2011

Karburator

Sponsortools in English is called carburetor which means pengkabutan. Which is a part or component that serves to change the motor fuel from liquid or gaseous form or liquid into spray / smog. Where this carburetor, should be able to mix between fuel and air with a specific ratio of 1: 14.7 which means it is mixed with the scale, 1gram fuel with 14.7 grams of oxygen ...

Why emerging 14.7 figure ... .???? Yup, the rate of 14.7 in the can from the stoichiometric combustion of fuel gas with oxygen.

C7H16 + 14.7 O2 -> CO2 + 8 H2O 7.

That is a simplification of the chemical process between gasoline combustion with oxygen ...

-

* Ratio of output power maksimum.Pada seseungguhnya engine, if we replace the air and fuel ratios around 13: 1 or it can be said rich mixture, then will we be able ratio of maximum power output.

* Ratio of fuel efficiency maksimum.Sedangkan if we change the ratio of fuel in the opposite direction, ie 16: 1 or poor. Then we will find the ratio of fuel efficiency maksimum.Dari 2 things above, we can conclude, if we want to fish a larger power, then we will play in the ratio of rich ... But if we want efficiency fuel efficient reply, then we will poor play in the mix. Very hard to get a mixture of poor but powerful ... Definitely one to be sacrificed ...

Basic Principles of Carburetor

------

At the suction step, where the piston moves from TDC to the TMB resulted in the air sucked through the air filter, then through the carburetor and into the cylinder. Using negative pressure or vacuum from an enlarged chamber when the piston drops down, then when the air flow, the carburetor to fuel atom-ization.

In a carburetor, there is an area that is experiencing a narrowing of the channel or we call the "venturi", when air passes through this venturi tunnel, the air velocity in the venturi area will increase, but otherwise the air pressure will decrease ...

Based on the Law Bernaulli once I learned who, where ...

P / € Vkuadrat + / 2 + g.Z = constant

P = pressure (kPa) V = velocity (m / s) Z = height (m)

So it is clear that the velocity is inversely proportional to the pressure in a pipe flow.

Well, with the venturi principle had led to the venturi area the pressure decreased, even under atmospheric pressure environment .. Well this pressure difference that causes the energy difference between the area with an area venturi carburetor fuel bowl ...

That the energy will flow from a high point to low point ...

The pressure in the gasoline carburetor bowl is normal atmospheric pressure, while the pressure in the venturi area under atmospheric pressure .. So moved was the gasoline from the gasoline in the carburetor bowl to the venturi area who have a lower pressure ... So that gasoline will go up through the channels and the main jet will ter-atom-ization into mist or spray.

Types of Carburetors

-----

For a variable venturi type carburetor, the diameter of the venturi is adjusted by the throttle valve (skepticism).

Variable venturi type is divided into two types of construction of the venturi.

1.Tipe PV or piston valve (manual skepticism).

2.Tipe CV or constant velocity (vacuum).

Carburetor Type PV

In some variable venturi type carburetor, the venturi opening area of ​​the ups and downs to change the valve or piston type carburetor skep.Dalam this PV, skepticism or piston valve also serves as a throttle valve to regulate the amount of flow udara.Ketika clip-operated throttle and throttle valve (skepticism) rose to the top, from the opening of the venturi area increases so that the discharge air naik.Tekanan resultant negative by the speed of the airflow at the venturi sucking fuel through the main nozzle. When the throttle clip (gas) is returned, then skepticism would go down by the pressure of spring skepticism.

CV Carburetor Type

Apart from that form venturi piston, the amount of air flow is controlled by a butterfly plate (circular plate as a choke carburetor). When we pulled the gas, then the butterfly plate will open, leading to increased air flow and skepticism (throttle valve) will be lifted due to the negative pressure in the venturi area ... At the same time the fuel out through the main nozzle.Pada this type, the air velocity in the venturi is maintained so that the approaching a constant.

In the two carburetors has its own effectiveness. PV type carburetor has a good acceleration but the composition of gas mixtures are not ideal while the CV carburetor has an ideal blend composition but less good for acceleration.

Wednesday, November 23, 2011

Karburator Shogun SP Jadi Rebutan Di Balap Liar

Bagi penggila korek jalanan, karburator Suzuki Shogun SP punya daya tarik tersendiri. Setidaknya itu menurut Cheppy Sugiarto, mekanik tim Suzuki AHRS Cargloss, ada tiga kelebihannya.
Pertama, ada semacam pompa tambahan di bodi karbu. Berfungsi menambah suplai bahan bakar. “Kerjanya secara mekanis. Berfungsi setelah slongsong gas dipuntir abis. Kayak ada semacam dorongan tambahan,” bilang Cheppy mekanik yang bertubuh subur itu.

Adanya semprotan ini, bisa memberi tenaga tambahan di putaran atas. Tujuan aslinya, agar Shogun tetap irit di putaran bawah, namun bertenaga di rpm tinggi.

Kelebihan yang kedua, dinding venturi dan rumah skep karbu venturi standar 18 mm ini cukup tebal. Diameter dalamnya bisa direamer hingga ukuran luar biasa.

“Kalau reamer standar, bisa jadi 22 mm. Tapi, kalau mau ekstrem, bisa sampai 26 mm. Tapi, ada bagian dinding yang perlu ditambal lem besi,” kata Cheppy.

Jika venturi ingin diperbesar, tentu harus diikuti langkah perbesar diameter skep. Yang ini gampang buat para mekanik. Tinggal bawa ke tukang bubut, siapin deh selongsong skep yang lebih gede.

Kelebihan terakhir, menyangkut urusan dompet! “Harga resminya lumayan, bisa ditebus sekitar Rp 400.000-an. Tapi, kalau lagi untung, di pasaran bisa dapat separuh harga. Kalau, lo? (motorplus-online.com)

Korek Harian 4-Tak : Setting Karburator

Meski bisa pertahankan karbu standar bawaan pabrik, kohar alias korek harian 4-tak tetap perlu ubah setingan. “Kompresi sudah naik dan kem dikorek, karbu sebagai pemasok gas bakar harus disesuaikan,” jelas Teng Suang Hak, mekanik Ahak Motor, yang mangkal di Jl. Kapuk Raya, No. 55D, Jakarta Utara.

Pria akrab dipanggil Ahak itu, ajukan tips simpel nyeting main-jet dan pilot-jet. “Tidak pake patokan. Soalnya karakter masing-masing kohar beda. Kuncinya, rasakan saja dampak di mesin,” kata Ahak yang sibuk garap motor balap pesanan saat ditemui Em-Plus di bengkelnya.


Lakukan penyetelan gas dan angin secara maksimal. “Jika teriakan mesin pada setelan gas tertinggi kurang njerit, berarti main-jet memang kurang. Coba naikan 5 angka dulu,” kata lelaki berambut cepak ini.

Setelah itu, coba tarik gas. Jika pada gas tinggi tampak kayak ada kosong, alias ada jeda pada pasokan bensin. “Itu main-jet masih kurang. Bisa naikan satu step lagi, atau jadi 7 atau 7,5 angka. Biasanya, untuk kohar kenaikan itu sudah cukup tinggi,” ingatnya.

Sebaliknya, jika saat digas malah terasa mbrebet di putaran atas. Itu artinya, kenaikan main-jet yang dilakukan terlalu besar dan harus diturunin. Selain mbrebet, setelan main kegedean juga berdampak bensin boros. “Bensin terbuang dan nggak terbakar maksimal. Bisa dilihat di busi. Kalau cepat sekali hitam, berarti setelan kegedean pas,” ujar Ahak lagi.

Sementara untuk setelan pilot-jet, gejalanya juga dideteksi dengan beberapa hal. Gejala pertama, jika motor susah hidup setelah dilakukan korekan. “Atau setelah hidup, tapi pada putaran bawah tampak seperti ada kosongnya. Kayak bensin enggak jalan. Itu artinya pilot-jet perlu dinaikan,” katanya.

Cara menaikan juga bertahap. “Sama kayak kenaikan main-jet, coba dinaikan 5 angka dulu,” tambah mekanik yang sukses bikin Kanzen melejit di pentas pasar senggol Jakarta.

Ahak kasih ancer-ancer, kebiasan yang dilakukannya, setelan pilot-jet maupun main–jet untuk kohar, pas pada penambahan antara 5 sampai 7,5 angka. Tentu saja, tergantung karakter korekan dan jenis karburator. “Tapi dari pengalaman, setingan pilot dan main-jet koharenggak pernah sampai 10. Jenis karburator apapun, deh,” tutup Ahak

SETING KARBURATOR BALAP

Sebelum melakukan final set up yaitu pada karburator, sebaiknya kita mengenal dulu siapa itu karburator apa bedanya sama generator halah… Carb adalah sebuah komponen pencampur udara v.s bahan-bakar dengan perbandingan kesesuaian tertentu dan mengkabutkannya ke dalam ruang bakar melewati intake manifold dan ruang porting terlebih dahulu. Cara kerjanya mengandalkan tekanan negatif atau kevakuman silinder saat melakukan langkah hisap. Ada dua jenis karburator, constant velocity yang mengandalkan skep dengan yang vakum dengan menkanisme membran, dua karburator ini memiliki keunggulan masing-masing. Yang pasti untuk balap butuh karburator yang dapat memberikan buka tutup secara konstan, bukan yang vacum, karena begitu mengadopsi camshaft racing dengan overlap besar otomatis tekanan negatif piston lebih tinggi karena langkah hisap dimulai jauh-jauh sebelum piston turun untuk langkah hisap. Karburator vakum akan bereaksi lambat terhadap perubahan ini.

Nah setelan karburator yang pas tentu sudah banyak yang tahu, kerja pilot jet adalah untuk mengatur idle hingga seperempat throtle open, pada putaran menengah yang bekerja adalah sedikit pengaruh pilot jet dan pengaruh clip position dan jarum skep v.s nozzle, pada 3/4 putaran gas yang bekerja hanya skep karburator dan perangkatnya, sedangkan full throtle murni tugas main jet.

Tujuan set up karburator sebenernya simple, mencari campuran molekul udara terhadap bahan bakar yang ideal guna membentuk senyawa yang mudah untuk dipantik busi dan memiliki potensi yang kuat untuk diledakkan. Perbandingan tertentu akan menghasilkan tenaga dan performa yang berbeda.

AFR 14 : 1 = adalah perbandingan ideal untuk pencampuran motor standard agar dapat bekerja normal.

AFR 13 : 1 = adalah perbandingan untuk performa, dengan sedikit basah namun keluran tenaga dapat optimal meski sisi ekonomis bahan bakar dikorbankan

AFR 15 : 1 = perbandingan kurus yang akan menghasilkan pemakaian bahan-bakar lebih ekonomis namun dengan resiko panas mesin berlebih cenderung menuju overheating

Oleh karena itu untuk sedikit membantu, berikut adalah tabel jetting karburator motor-motor yang ada di Indonesia, ukuran spuyer yang ingin dicari, tukar-menukar pilot jet-main jet untuk mencari setelan yang pas, oke deh tanpa banyak kata… selamat menikmati riset karburator kawan!

Cara Setting Karburator Motor

Tugas utama karburator adalah mencampur Bahan Bakar (BB) + Udara (O2). Kira-kira dengan perbandingan range nya BB : O2 adl 1 : 13-15. Pokoknya gmn caranya biar mesin dapet suplai campuran segitu.

Kenapa pake range, padahal teori di buku2 pembakaran ideal itu 1:14?

Jwbannya adl Karena kondisi mesin & linkungan mempengaruhi settingan campuran BB:O2.


Misal:

Kompresi makin tinggi BERARTI mesin makin panas BERARTI butuh suplai BB lebih banyak biar mesin gak jebol.
Humidity (kelembaban) lingkungan makin tinggi BERARTI campuran BB terkontaminasi air, BERARTI campuran makin miskin, BERARTI bensin hrs lebih banyak.
Suhu lingkungan rendah BERARTI suhu kerja mesin turun BERARTI bensin harus dikurangi agar suhu kerja mesin jadi ideal.
Knalpot bobokan (Free flow) BERARTI rpm makin tinggi BERARTI suhu mesin meningkat BERARTI butuh BB makin tinggi.
Dan masih banyak lagi parameter yg harus diperhatiin termasuk desain lubang masuk pada blok yg b’pengaruh dg settingan spuyer sebagai penyalur BB.
Itu teori dasarnya.

Setting Karbu:

Karbu pny 2 spuyer :

Satu buah main jet (tuk NSR std ukurannya 130) yg berperan meyalurkan BB saat bukaan gas sekitar setengah putaran keatas
Satu buah pilot jet (NSR std ukurannya 45) yg berperan menyalurkan BB dari putaran gas 0 derajat sampe penuh, cm efek dari pilot jet ini bisa dikatakan tidak terlalu signifikan pada bukaan gas penuh N rpm mesin yg sudah tinggi.
Hal lain yg berpengaruh dengan setingan termasuk :

Ukuran Venturi karbu
Jarum skep
Stelan angin
Power jet.
Venturi karbu makin besar maka makin banyak udara yg lewat shg butuh spuyer lebih besar baik pilot atau main jetnya spy campuran bisa pas.

Trus kapan kita membesarkan ato mengecilkan spuyer2 tadi?

Sebelumnya hrs tahu dulu gejala2 mesin saat kekurangan BB dan kebanyakan BB:

1. “Ngempos” adalah gejala mesin spt kehilangan tenaga yg disebabkan kekurangan BB

2. “Mberebet” adl gejala mesin yg sebenernya dirasa padat cm tenaga seperti tertahan dan kadang dibarengi dengan suara benturan logam kalo settingannya terlalu basah.

Berarti kl NGEMPOS mesin butuh BB, kl BREBET mesin kebanyakan BB.

Kasus-Kasus

Nah berikut kasus2 yg sering terjadi krn masalah pilot jet :

Motor kl pagi susah hidup krn begitu gas dibuka ngempos terus mati ya berarti naekin pilot jet.
Motor dah jalan tapi sering tiba2 kehilangan tenaga saat putaran gas N putaran rendah berarti naekin pilot jet
Motor sering over heat saat jalan pelan berarti minta naek pilot jet
Motor brebet di putaran bawah tapi enak di put atas berarti pilot jet kebesaran.
Motor gak pake di cuk kl pagi N bisa langsung start
(ini jg gak normal) berarti pilot hrs turun.

Kesimpulannya, kl ada gejala ngempos,suhu tinggi diputaran yg relatif rendah maka minta naek pilot jet, N kl ada gejala brebet di put rendah jg maka pilot hrs turun.

Trus tuk kasus2 mainjet:

Mtr dibawa kebut2an sampe putaran atas trus begitu finish jalan pelan2 jadi ngempos dibarengi asep ngebul BERARTI suhu saat putaran tinggi meningkat drastis BERARTI main jet minta naik
Nafas motor di putaran atas terlalu panjang berarti mainjet minta naik.
Mtr ngelitik padahal yg lain normal BERARTI suhu mesin SANGAT TINGGI saat putaran atas BERARTI main jet minta naik.
Motor Brebet di put atas saja berarti main jet minta turun
dll
Kesimpulannya, jika mtr Brebet di put atas berarti main jet hrs turun, jika mtr suhunya tinggi di putaran atas berarti main jet minta naik.

Note:

Setiap ada perubahan ukuran spuyer wajib setting angin
Jangan berpatokan pada indikator suhu di dashboard tuk panduan setting krn pasti gak sesuai, ini butuh joki yg feelingnya dah kuat.
Adakalanya detonasi tdk bisa diobati dengan naekin spuyer jika detonasinya sudah parah. Ini berarti ada ketidaknormalan pada komponen mesin lainnya.

Monday, November 21, 2011

Cara Setting Karburator

SETTING KARBURATOR
GRAPHIC EFFECT SPUYER TERHADAP KINERJA KARBURATOR
korek motor Beberapa orang kadang berpikir menyetel karburator adalah pekerjaan yang sangat gampang. Ganti jet-nya setingkat atau dua tingkat, meniru setelan karburator orang lain yang sudah ketemu dan BOMM!! Mesin motor melaju kencang. Hmmm… mungkin iya pada mesin standard ataupun mengalami modifikasi ringan. Tapi untuk balap, tidak terdengar semudah itu. Ada banyak kombinasi dari setingan idle jet, needle jet, posisi clip, main jet, power jet, level bahan-bakar (set up pelampung), dan lain-lain dan sebagainya. Ada setidaknya menurut perhitungan statistika, sekitar 13,860,000 kombinasi jeting dalam sebuah karburator hehehehe… jika mau bermain karburator setidaknya siapkan mental, waktu dan tenaga untuk menyelaraskan semua kinerjanya. Disini kami ingin membantu dengan sedikit pengetahuan dasar dan penyetelan karburator untuk mempermudah teman-teman dalam menemukan fine tuning, bisa diaplikasi untuk menyetel ulang karburator yang udah pada modif mesin.

KARBURATOR VENTURI
Perhatikanlah muka karburator, dan kamu akan menyadari karburator hanyalah sebuah lubang besar dari satu tempat ke tempat lain, ini dinamakan venturi. Udara masuk ke dalam mesin melalui lubang ini (venturi). Sebagaimana kecepatan udara memasuki karburator meningkat, tekanannya justru menurun, yang kemudian menimbulkan kevakuman di area venturi. Kevakuman ini bergerak seiring bukaan skep (throttle), dan menghisap bahan-bakar melalui jet yang berbeda-beda di sistem karburator. Udara dengan bahan-bakar akan bercampur di area venturi. Dimana posisi jet ditempatkan dan pengeluarannya pada venturi menghasilkan kontrol terhadap respon bukaan gas. Sistem langsam ( pilot jet, dan setelan skrup udara) mengontrol hingga bukaan skep 25 %. Jarum skep, posisi clip dan nozzle karburator mengontrol dari 15 % bukaan gas hingga 80 %. Main jet mengontrol bukaan gas penuh atau berefek mulai dari bukaan gas diatas 60 %. Namun ada hal yang harus diingat dalam menyetel karburator, kesemua bagian adalah interconnected (terhubung satu dengan lain) sehingga penggantian sebuah part akan mempengaruhi kinerja sistem lainnya. Bekerja hati-hati, dan teliti adalah kuncinya.

CARB TUNING
SET UP KARBURATOR
1. Untuk bukaan gas dari kondisi tertutup hingga seperempat bukaan skep
1. Ganti pilot jet / idle jet untuk mengatur campuran
2. Setel ulang skrup udara untuk penyempurnaan aturan ( 1 ½ hingga 2 putaran keluar dari posisi menutup penuh)
2. Dari posisi seperempat bukaan hingga sepertiga bukaan gas
1. Setel posisi klip jarum skep
2. Ganti tipe jarum skep
3. Dari posisi sepertiga bukaan gas hingga bukaan penuh
1. Ganti ukuran main jet untuk menyetel campuran udara bahan-bakar
2. Ganti ukuran power jet (jika ada) untuk menyempurnakan campuran udara-bahan bakar
4. Bukaan gas separuh hingga bukaan gas penuh
1. Lakukan penyetelan campuran udara/bahan-bakar dengan penggantian mainjet, jarum skep, atau seting posisi klip jarum skep
2. Lakukan pengecekan (baca) hasil pembakaran untuk melihat apakah setelan sudah tepat atau belum

MIKUNI 36mm
CATATAN SET UP:
1. Dasar penyetelan skrup campuran udara di karburator adalah putar hingga menutup penuh, lalu buka satu setengah putaran keluar. Jika mesin masih berjalan dalam kondisi terlalu basah atau kering coba sedikit setel ulang skrup campuran udara lebih membuka atau menutup. Jika hal ini tidak dapat terkoreksi dengan beberapa putaran, maka gantilah pilot jet nya.
2. Jika setelan terlalu basah antara bukaan gas posisi tertutup hingga terbuka separuh, dan tidak dapat dikoreksi dengan penyetelan skrup udara, maka ganti pilot jet ke ukuran lebih kecil.
3. Menjalankan mesin dalam kondisi terlalu basah (campuran kaya) akan menjadikan mesinmu tidak berlari pada kemampuan terbaiknya, menjalankan mesin dalam kondisi terlalu kering lebih berbahaya dan akan merusak komponen mesin seperti piston, liner dan kepala silinder. Sebaiknya ketika melakukan penyetelan karburator, lakukan dari kondisi campuran kaya dan lakukan setelan lebih rendah secara bertahap untuk menemukan setelan pas.
4. Lihat dan baca kondisi busi untuk mempelajari campuran yang dibutuhkan mesin.
• Jika elektroda berwarna hitam, atau basah jelaga; kondisi mesin terlalu banyak bahan-bakar (campuran kaya). Bahan-bakar yang tak terbakar menyebabkan kerak mengendap di busi.
• Busi kondisi kering dan berwarna keabu-abuan, atau bahkan putih kapur. Mesin berjalan dalam setelan yang terlalu kering, dan berbahaya bagi kondisi mesin. Pakai jet yang lebih besar untuk mendapatkan setelan yang lebih kaya.
• Warna elektroda kecoklatan dan bersih, maka kamu sudah menemukan setelan terbaik yang dibutuhkan mesin.
Ketika melakukan penggantian main jet lebih besar akan mempengaruhi performa mesin mulai dari bukaan gas separuh hingga gas penuh (full throtle). Selalu lakukan penggantian satu-demi satu dan secara bertahap dan cermati perubahan yang terjadi pada performa mesin sebelum merubah faktor lainnya.
Jangan menjalankan mesin dalam kondisi campuran kering (miskin) dalam kondisi terlalu lama yang dapat mengakibatkan overheating (panas yang berlebihan) dan merusak komponen di dalam mesin.

Penyelesaian beberapa persoalan seting karburator.
Permasalahan : Saat stasioner RPM tidak stabil. Mesin berlari tersendat.
Kondisi setelan : Campuran terlalu miskin
Metoda koreksi :
• Putar setelan skrup udara searah jarum jam (menutup) untuk memperkaya campuran.
• Ganti ukuran pilot jet ke angka yang lebih besar
• Ganti jarum skep ke diameter lebih kecil atau bentuk lebih runcing untuk memperkaya campuran bahan-bakar.
Permasalahan : Saat stasioner keluar asap hitam dari knalpot.
Kondisi setelan : Terlalu basah
Metoda koreksi :
• Putar keluar skrup setelan udara untuk memperbanyak campuran udara masuk
• Ganti pilot jet ke nomor lebih kecil
• Ganti jarum skep dengan model yang lebih gemuk
Permasalahan : Ketika motor dijalankan akselerasi lemah
Kondisi setelan : Kering
Metoda koreksi : Ganti dengan ukuran mainjet lebih besar
Permasalahan : Ketika berakselari motor tersendat-sendat
Kondisi setelan : Basah
Metoda koreksi : Kecilkan ukuran mainjet
Permasalahan : Pada posisi seperempat bukaan gas mesin ngambang dan RPM tidak dapat teriak.
Kondisi setelan : Kering
Metoda koreksi :
• Pakai dimensi jarum skep lebih kurus untuk memperkaya campuran bahan-bakar
• Putar skrep setelan udara searah jarum jam untuk memperkaya campuran
Permasalahan : Gas bukaan penuh, Kecepatan bertambah sangat pelan, mesin terasa datar, dan busi tampak basah kehitaman
Kondisi setelan : Terlalu Kaya
Metoda Koreksi :
• Setel campuran dengan menggunakan main jet lebih kecil, terus check kondisi kepala busi hingga warna terkoreksi
Thu, 18 Nov 2010 @11:25Tags: cara setting karburator racing korek mesin korek motor cdi rextor balap harian drag roadrace jupiter yamaha korek mesin motor

KARBURATOR RACING MURAH MERIAH

KOSO CARB 34MM, FLAT SLIDE, POWERJET
diameter belakang =39mm,
diameter air filter =54mm,
MANTAB!!!
KOSO race carburetor dibangungun berdasarkan spesifikasi karburator KEIHIN, dapat dilihar dari ukurannya yang sedikit lebih kecil, lapison chromium pada skep karburator, dan Terowong udara di moncong karbu dibentuk melalui Computerized system milling. Disamping sangat mudah untuk disetel dan dinikmati hasilnya, harganya tidak terkalahkan murahnya dibandingkan Karburator Racing lain yang dipajang di etalase SpeedShop manapun :p

Sebuat pilihan alternatif menarik bagi penggemar MIKUNI untuk mencoba bermain di motor hariannya. Skep karburator bentuk huruf D, Rata di depan dan melengkung dibaliknya,

Karbu murah-meriah untuk mesin KOHAR : Korek Oke Harian Ala R.A.T , cocok lah untuk mengatasi rasio kompresi yang sudah melonjak dan camshaft + Porting yang sudah semi-race, call us for Koso Carb tuned by R.A.T

MEMILIH KARBURATOR RACING

Bagaimana memilih karburator yang sesuai dengan kebutuhan mesin yang sudah kita bangun dan balap yang akan kita ikuti? Dengan banyaknya karburator aftermarket beserta kemasan-kemasan menggiurkan tentu membuat kita kesengsem dan takutnya menjadi gila belanja barang seperti tante-tante tanpa melihat kebutuhan. Asal karbu GEDE pasti kenceng! Keliru = Brebet mungkin iya hehehehe… Walaupun karburator kecil asal kita dapat menemukan setelan yang pas akan jauh lebih baik.
Hanya sedikit berbagi ilmu tentang formula menentukan ukuran karburator ideal dengan kapasitas silinder mesin serta rpm max power yang diinginkan. Buka aplikasi calculator di komputer kalian dan siap menghitung.
THROTLE = VARIAN x SQRT ( DISPLACEMENT * PEAK )
Dimana THROTLE adalah nilai besaran venturi karburator yang kita butuhkan, merupakan diameter lubang dalam karburator dengan satuan millimeter. Ukuran ini nantinya menentukan karburator yang sesuai dengan RPM power mesin.
DISPLACEMENT adalah satuan kapasitas isi silinder dalam LITER.
PEAK yaitu puncak tenaga mesin pada putaran mesin maksimum yang ingin dikejar.
VARIAN adalah konstanta penentu apakah mesin kamu special engine ataukah mesin produksi massal. Nilai varian memiliki rentang 0.65 hingga 0.9 , dimana motor Moto GP memakai nilai maksimal yaitu 0.9, sehingga kelas MOTO GP 125 cc dimana mesin mampu berkitir hingga 14.000 RPM berani memakai karburator gambot sebesar 38mm, sedangkan kelas drag bike lokal biasanya cukup memakai karburator 34mm.
Sebagai contoh,
Kita ambil sebuah motor standar Jupiter z missal, dengan kapasitas 107cc, ingin mencapai tenaga di putaran 7500 RPM. Varian yang dipakai adalah 0.6
Sehingga ketika dimasukkan ke dalam rumusan tersebut adalah sebagai berikut :
THROTLE = 0.6 x sqrt ( 0.107 * 7,500 )
Didapat hasil Throtle adalah 16.9 atau jika dibulatkan adalah 17mm, itu merupakan spek standard pabrik yang tentunya sudah dihitung cocok untuk dipakai harian, nyaman dipakai menggonceng pacar -bagi yang jomblo ga usah iri
Motor dengan spek seperti ini jauh dari kata bikin ribet. Tapi kalo turun balap ya keburu kehabisan nafas dan ditinggal minum kopi sambil rokokan ama lawan di garis finish hehehehehhehe… Kasian.

Jika kita turun balap drag bike dengan motor jupiter z di kelas 125cc, biasanya tuner menggandeng karburator PE 28mm bukan tanpa alasan, karena tugas karburator tersebut harus mampu mensupport hingga 14.000 RPM, tinggal bagaimana CDI mampu menghasilkan kurva pengapian yang pas serta membuka limiter putaran mesin. Lantas mengapa MIO drag yang notabene memiliki kapasitas 200 cc juga memaki karb 28mm? Mungkin dikarenakan ingin mengejar performa mesin di putaran rendah, karena motor matic optimasi RPM ada di sekitar 8.000 RPM, oleh karena itu dengan perhitungan matang maka awal modifikasi yang presisi bisa berawal dari sini.
Kemampuan karburator mengatomisasi bahan-bakar serta fokus menyebar tenaga pada rentang RPM yang luas harus diimbangi klep dan ruang porting yang selaras.
Nah, seberapa besar reamer karburator ataukah keputusan untuk mengganti karburator dengan venturi yang lebih besar dapat berawal dari rumusan ini. Jadi keputusan yang bijak dapat menghasilkan pilihan karburator yang asyik dipakai harian, oke diajak turing, ataupun bertenaga istimewa saat dipacu untuk balap.
BEST REGARDS,
D.SWEGA
R.A.T MOTORSPORT INDONESIA
Visit us @ Desa Tropodo Indah N 26-28
WARU – SIDOARJO
East Java – Indonesia
Postal code : 61256
contact us @ PH : 0856.455.77.007
mail us @ dragswega201@yahoo.com

Sunday, November 20, 2011

Carburetor Keihin PWK 38 U.S. SUDCO

Carburetor Keihin PWK 38 Air Strike SUDCO. Venturi carburetor with a large but still have low diputaran maximum performance with the help of Air Striker at the mouth of the carburetor and the lap top is getting better.

Maximize Standard Carburetor!

Today is sharing updates about How To Tune carburetors ^ _ ^ It's also as advanced engine modifications update jupiter z who want fast but economical cost kmaren tu tu loh ... Hehehe .. Ati Karep Cuphet Jahhh Bondo ...


Reamer Quote ga carburetor acted recklessly, kudu ati2 and calm. Keep in mind when enlargement should be done by redesigning the hole Venturi Ouval up, because what we're after is the breath machine (Power) is stronger in the lap of the reamer should be shaped so. If diratain Bunder ampe ser under mah motor idle hard to be sure. Anyway, why nge-reamer also toward the bottom? Bablas even make a lot of air through the carburetor skepticism even though the valve was closed already full.


To muzzle the flesh karbu tebel Karbu like PE-28 could direamer dindingx 0.5mm extreme if ya want to just try 1mm, more than that dikhawatirin karbu pit wall. But the hole can be patched kok kalopun hehehe, PE-28mm carburetor would be 31mm? Ayookkkk ajah ..!


For the duck let alone a small carburetor rich have Jupiter Z / smash / shogun not allow for direamer ya, anyways if direamer bentukx so ugly. Seeing who's lazy jelek2 hehehhee ... So our focus is to enlarge the skepticism of the carburetor, replace with skepticism have a motor RC 100 with a diameter of 19mm, from 17mm originals. It could also replace the caliper diameter of 20.5 millimeters special stainless steel material and workmanship is indeed needed help turner with European-made equipment for micro-millimeter precision.


Next, after the area got the muzzle and Venturi finished the last reamer reamer focus is ama butt stuck carburetor intake manifold. Tetep safe limit for daily match mah 0.5mm flat side walls and top, REMEMBER! REMEMBER! that under no scraping. Mending speedol made first with a new pattern from the wall of skepticism is pulled backwards, so it looks like a funnel opposite the muzzle ama carburetor. If distress is made pull ya wrote gakpapa average really. Dont forget to adjust the alignment with the intake manifold - wah recurrent out-madura language hehehe .. knowingly contaminated Silent hammer tomorrow.