Kawasaki

Sykes, who has been an official Kawasaki rider for the past two seasons and a key figure in the development of the current Ninja ZX-10R racebike,...

Ducati

After a positive first two days during the final round of the MotoGP season 2011, the Ducati team had been unfortunate and untimely end for the Valencia Grand Prix...

Yamaha

Racing M. Zaki on a Yamaha Yamalube FDR KYT Trijaya MP3MotoPrix round champion Successful Kemayoran Circuit VIII at last...

Honda

Ultimate series Honda Racing Championship 2008 (HRC) was fierce in the Park Circuit, Surabaya (2 / 11)...

Suzuki

Drag Bike Series Race War II in the Garden of Hope Indah Circuit City (7-8/5) and then, again proved his toughness Suzuki Shogun 125 owned by Erwin...

Showing posts with label Racing. Show all posts
Showing posts with label Racing. Show all posts

Thursday, September 27, 2012

Kawasaki Ninja 150R,


Lukman Hakim alias Suenk suka dengan atmosfer balap di lintasan lurus. Namun hobi yang sudah digelutinya beberapa tahun silam itu terhenti sejak dirinya bekerja di bidang event organizer. Alhasil Kawasaki Ninja 150R lansiran 2004 miliknya hanya menjadi pajangan di rumahnya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Tapi, sekitar sebulan yang lalu, niatan buat membesut Ninja miliknya itu muncul kembali. Spontan saja motor kembali dibenahi demi menaikkan performa mesin agar siap turun balap. “Enggak ada ubahan ekstrim pada sektor mesin,” kata Suenk yang bercita-cita punya tim balap ini.

Singkat cerita, motor dibawa ke bengkel Eza Speed di Kemayoran, Jakarta Pusat. Dan, ubahan sederhana buat kail performa engine dimulai. Langkah awal yang dilakukan cukup mengganti piston bawaan dengan piston racing yang aplikasi satu ring seher. Yaitu, pakai merek Daytona. Diameter yang dipakai 62 mm. Itu artinya oversize 300.

"Yang penting pengapian, membran dan juga knalpot tetap standar. Kalau piston boleh besar sedikit,” jelas Suenk. Dengan hanya satu ring yang bergesekan dengan liner, friksi yang tercipta jadi lebih minim. Itu yang diharapkan Suenk. Minim friksi, kinerja naik-turun piston jadi lebih ringan.


Biar power bawah ikut terdongkrak, kepala silinder ikut dipapas. Tapi, tidak banyak. Cukup 0,3 mm saja. Bentuk kubah dan squish juga tidak diubah. So, murni papasan aja.

Saluran bahan bakar ikut dibenahi. Maka itu, karburator standar Ninja yang Keihin PE 26 mm ikut direamer menjadi 28 mm. Ukuran ini, jadi sama dengan venturi karbu di Ninja 150RR.

Lincahnya kinerja mesin belum lengkap jika tidak ditopang bobot ringan. Itu kata Suenk. Makanya, doi berani buat pangkas berat keseluruhan pacuan. Diawali lewat pangkas sasis. “Sasis ada yang dilubangi. Tapi, bagian yang dilubangi ini bukan bagian yang menurut kita vital,” jelas Suenk.

Permainan pangkas-memangkas juga dilakukan lewat penggantian part. Misalnya di sok  depan. Peradam kejut Ninja fungsinya diganti oleh sok milik Suzuki satria FU150. Dimensinya yang kecil, bikin bobot makin ringan.

Analisa Overheat di Mesin Balap Honda Blade, Tutup Head Biangnya

Honda Blade 110 masih overheat. Sampai sekarang belum maksimal bermain di road race. Sebabnya mesin cepat panas dan akhirnya jebol. Banyak yang menganalisa. Diantaranya Benny Djatiutomo dari ART (Astra Racing Team) dan Tomy Huang dari BRT (Bintang Racing Team). Analisa mereka sama, overheat sebabnya ada dua. Pertama dari pelumasan dan kedua dari pendinginan mesin.

Pelumasan dianggap kurang karena pompa oli standar kurang maksimal. Dianggap tidak sanggup menyuplai oli dengan cepat dan maksimal ke seluruh bagian mesin. Akhirnya pihak Jepang mendatangkan pompa oli yang lebih besar. Agar debit pelumas lebih besar dan sanggup mengatasi gesekkan mesin yang sudah berputar tinggi.

Namun meski pompa oli sudah maksimal, gejala overheat masih ada. Prediksi Benny Djatiutomo dari kepala silinder. Head Honda Blade dilengkapi tutup. “Panas dari mesin tidak bisa disalurkan tutup head,” jelas Benny yang ketemu di Asia Road Racing Championship beberapa waktu lalu di Sentul.

Tutup head supaya rapet atau tidak bocor dilengkapi sil karet. Begitupun lubang baut dilengkapi sil karet. “Karena sil karet ini, panas dari kepala silinder tidak bisa dialirkan menuju tutup head,” jelas Benny.

Analisa Benny sama dengan Tomy Huang. Sepakat dilakukan pengujian dengan termometer infrared. Menggunakan alat pengukur panas ini, bisa difoto secara keseluruhan peta panas mesin.

Dari scan terlihat bagian yang berwarna merah. Misalnya kepala silinder terdapat warna merah diselimuti putih. Itu suhu terpanas. Misalnya pada bagian Sp2. Suhunya mencapai 127,7 ยบC.

Warna merah bisa dilihat juga pada bagian girboks atau di titik Sp1 yang warnanya merah. Bagian di dalam girboks itu suhunya mencapai 110,7 ยบC. Warna mengandung arti.

Namun begitu mengejutkan ketika melihat tutup head. Terlihat berwarna biru tepatnya pada titik Sp3. “Suhunya hanya mencapai 54,6 ยบC,” jelas Tomy Huang.

Dari situ bisa disimpulkan. Panas mesin tidak bisa tersalur sempurna lewat tutup head. Sebabnya karena terhalang sil karet. Panas mesin tidak bisa dibuang dengan lancar.

Solusinya, Tomy Huang mendesain tutup head (gbr. 2). “Tidak hanya dilengkapi sirip. Tapi, sil karet akan diganti metarial khusus atau ditiadakan. Atau tutup dibikin presisi, tanpa sil karet tapi sanggup menutup rapat,” jelas Tomy Huang.

Wednesday, June 13, 2012

SPRING VALVE JAPAN PRODUCT

Spring Rate tinggi dengan jarak antar cincin yang lebar membuatnya mampu menerima tekanan noken as dengan lifter tinggi dan durasi besar, kekutanya mampu diandalkan untuk menghadapi kecepatan mesin hingga belasan ribu RPM tanpa telat untuk membalikkan klep pada kedudukannya, tidak ada keraguan tuning mesin dengan pir klep Japan mengamit Klep Racing cylinder head anda.

Monday, June 4, 2012

ALAT-ALAT MOTOR DRAG

Alat-alat motor drag yg disediakan disini dominan untuk Mio. Produk Thailand, dengan kualitas ok sehingga cocok untuk keperluan kompetisi. Selengkapnya di dragbike parts. Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kami.

Info lebih lanjut silahkan hubungi kami:
RACE MOTOR JFK TEAM
Aksesoris, Suku Cadang Modif & Racing Parts
Jl. Kebon Jeruk 3 
comNo. 35A. Jakarta Barat 11160
An. Wendi
Telp: 021-6011951
Hp/Sms: 081316143383
FB: www.facebook.com/racemotor

Twin Iridium TDR 481T dan 285T


Tipe terbaru Twin Iridium TDR 481T dan 285T.
481T: F1ZR & RX-King
285T: Tiger, New Megapro, Thunder 250, Scorpio
Keunggulan:
- Ujung Twin Iridium menggunakan material ร˜ 0.5mm SUPER IRIDIUM dan 1.0mm PLATINUM TIPPED
- Meningkatkan performa sampai dengan 37% HP.
- Twin Iridium di desain lebih fokus sehingga percikan api lebih besar dan proses pembakaran pada ruang kompresi yang padat lebih maksimal.
- Efektif dalam konsumsi bahan bakar.- Percikan Plasma Ark akan membakar sisa bahan bakar yang tidak terbakar, sehingga umur mesih lebih awet.
- Mudah dihidupkan dalam keadaan dingin pada pagi hari.
- Pengapian yang stabil dan akselerasi lebih stabil.
- Spark Plug TDR diproduksi oleh VOLKER IRIDIUM yang memproduksi Spark Plug untuk BMW & Audi.
Harga eceran tertinggi untuk Twin Iridium Rp. 137.500,-

YSS Suspension menjadi pilihan para top rider


Sudah tau kan kenapa YSS Suspension menjadi pilihan para top rider baik di sirkuit roadrace, dragbike atau grasstrack di Indonesia..!? Sudah pernah merasakannya?
Buat yang belum merasakan, kini Z series (new technology using Emulated Nitrogen Gas) hadir dengan harga kompetitif dan hanya berlaku s/d akhir bulan Maret 2011..
Don’t miss the chance…!!

Wednesday, March 21, 2012

Korek harian honda blade / honda absolute revo ala sang juara

Honda memang melakukan sebuah quantum leap, dengan memproduksi basic mesin Honda absolute revo / Honda blade. Setelah mesin seri-C yang legendaries (bahkan saya masih punya Honda grand untuk balap) saya rasa mesin ini bakal melegenda kedepannya. Lihat aja standardnya udah kepala 8 daya kuda di ukur pada meja dynotest. Bahkan mas hermanu, HKU racing dengan memain-mainkan setelan klep saja udah bisa merubah-rubah pola torsi dan tenaga standardnya. Asyik juga tuh…

Herannya kok banyak juga yang belum puas akan tenaga standard, apa karena terbeban konstruksi rangka, jadi meskipun dibekali dapur pacu 110cc, terasa kurang tenaganya?! Lihat history RAT belum pernah mengorek secara serius Honda blade / revo absolute, kalo Cuma porting polished, modif cam, ganti piston Jupiter, ganti knalpot sih sering cuma ngapain juga di upload kalo gitu Jadi waktu pelanggan datang tanya : Mas udah pernah bore up Honda blade / revo ? , kita jawab jujur : Belum pernah tu mas. Pelanggan Tanya lagi : tapi bisa kan mas ? , jawab lagi : Bisa lah … wani piroooo ?? wkwkwk… Dari model percakapan serius tapi santai kita jelaskan bahwa modifikasi mesin sejati itu membutuhkan banyak pengorbanan, ini hobby, tentang kepuasan jiwa, jadi jangan perhitungan untung rugi karena bukan dagang. Jangan kaget kalau ada piston mlethek (pecah) saat riset. Kalau sampai pada percakapan ini orangnya sudah mundur ya berarti segitu aja keberaniannya menghadapi tantangan dan resiko, belum cocok untuk mengendarai motor bertenaga besar Tapi kalau maju, siap-siaplah memiliki motor kencang .. aseekk-aseekkk.

Setelah diberi keleluasaan open budget, barulah dibongkar project mesin seru ini. Lagian liat di internet banyak tuh link ngebahas : korek mesin Honda blade. Kita pilih satu sumber terpercaya Otomotifnet aja lah, kita amati, tiru, dan kembangkan… Adalah motor Honda blade road race kelas nasional Motoprix tim Honda Banten yang dikendarai mariasan kocex, eh bener ga bisa diaplikasikan ke motor harian?!

Kunci aman kompresi

Kendala pertama, baut tanam yang tidak begitu lebar. Mau bore up aja harus pecah mesin, memperbesar lubang crankcase. Sekalian deh nge- center dan nge-balance ulang kruk as. Dan ada terapi istimewa nih kruk as nya di hardening ulang, supaya gak gampang melintir kalau digeber, patah iya wakaka… Bore up mentok blade rasanya pake piston sonic masih bisa, cuma ga seru ah, lagi pengen main cc kecil.

Ganti liner dengan yang lebih tebal milik Honda karisma, polesan liner masih menyerupai standardnya dengan alur menyilang namun ketika diraba dengan tangan sangat smooth licin. Kemudian piston dijejali dengan diameter 53.4mm FIM BRT , ring piston mengandalkan milik Suzuki shogun 110. Kepala piston mentah dibubut ulang , hingga disisakan dum piston 1,5mm saja meniru dum piston smash masuk ke ruang bakar. Ini pun setelah riset sebelumnya pakai dum piston 2,5mm lha kok pistonnya cuil, pecah pinggirnya, weleh-weleh… Kompresi dipatok dikisaran 12 : 1 aja kalo gitu.

Kepala Silinder kunci tenaga

Tidak dapat dipungkiri sumber tenaga terbesar dari rangkaian part ini. Dengan rocker arm roller dan rasio rocker arm 1 : 1,5mm , menjadikan noken as Honda blade / revo lebih efisien dengan pinggang gemuk. Lift cam yang masih bermain di 5,5mm sudah mampu mengangkat katup setinggi 8mm lebih. Ngeri gak tuh, kalau di asal aja nge-garap cam dengan lift 6mm aja udah mencapai angkatan 9mm di klep. Bandingkan dengan Yamaha Jupiter , kalau pangkasan 6mm masih berada dikisaran 7mm sebenarnya. Apalagi Honda grand yang rasio rocker arm nya berimbang 1 : 1 . Mau bikin lift 8mm butuh usaha ekstra dalam menggerus noken as nya.

Overlaping klep tinggi membutuhkan pir klep dengan kekenyalan teruji. Pir klep active yang konon katanya diimppor dari swedia, didaulat mengawal gerak naik turun batang klep. Terbukti pir klep mampu mendongkrak putaran mesin yang standardnya mentok di 9,000an RPM, kini bisa melengking 12,000 rpm. Bayangkan jika pakai pir klep jepang BRT yang khusus road race, kami rasa mesin bisa melengking hingga 13,000 atau 14,000 rpm. Hihihi… Ngeri!!

Konfigurasi dirubah menjadi katub masuk diameter 26mm, buang 23mm. Diambil dari katub Honda sonic, dikecilkan ulang. Sudut derajat ditata ulang, sekaligus menggeser lubang porting, didesain semi down draught. Terus terang nge-porting head itu lebih banyak main feel, emang Tuhan menciptakan kita dengan indera perasa bukan?! Karena sudah terbiasa hampir tiap hari kegiatannya nge-tune silinder head, tanpa disadari seakan diberi perintah dari dalam hati ini begini-begitu. Cukup dilihat, diraba, diterawang hahahha.. untuk mendapatkan feeling seperti ini saya rasa kudu melewati ratusan jam menghadapi silinder head dan berkali-kali mengalami kesalahan seperti kita Ternyata setelah diukur lha kok diameter luar 23mm, samping kiri kanan bushing klep 26mm, ciamik..!! Gak kebablasan

Pengabut bahan bakar dipercayakan dari karburator keihin pe28mm. Intake manifold TDR yang diperpendek. Ukuran pilot jet ketemu di angka 40, main jet 125. Setingan basah, maksudnya untuk main aman. Nanti kalau sudah jalan enak, baru di set ulang karburatornya , cari hari khusus untuk seting karburator soalnya ya cukup menjengkelkan kalau ga nemu-nemu

SUMBER DAYA LEDAK

Magnit masih menggunakan standard , hanya dibubut ulang untuk meningkatkan torsi. Diteruskan kepada otak pengapian BRT Maxtronic, diteruskan ke koil standard, dan busi standard yang diganjal ring 2 lapis. Tidak ada hal yang istimewa di pengapian, hanya butuh untuk membuka limitasi , dan derajat titik ledak sedikit lebih advance. Terlalu memajukan waktu penyalaan akan meningkatkan kecendurangan detonasi/knocking yang akan menghancurkan mesin. Namun pengapian yang terlalu mundur akan menyebabkan tenakan maksimum pada langkah tenaga menurun. Jadi yang baik tetaplah yang PAS. Ini menurut buku wajib mahasiwa teknik mesin Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya, judulnya : MOTOR BAKAR TORAK, tulisan D.Sungkono Kawano. Banyak banget prinsip untuk mengembangkan tenaga.

PENERUS DAYA

Sistem transfer daya kami buat ringkas, melengserkan bak kopling standard, diganti dengan aplikasi kit dari SYS racing. Jedek rumah kopling sentrifugal dimatikan. House kopling mengandalkan milik Honda Karisma/ Honda supra 125, pir kopling racing, kampas kopling racing. Batin jadi tenang deh ga bakal ada tenaga selip ke roda.

Benar saja, ketika diusung ke meja dynotest Banyuwangi Motor undaan, dari 15 kali running, Alhamdulillah hasil modifikasi ini terbayarkan sudah dengan kepuasan bisa menembus 16,3 dk di 9.180 RPM dengan torsi maksimum 13.1 nm di 8.522 RPM, sesuatu banget ya.. ciee… Gigi 3 udah hampir 100 kpj, itupun sebenernya hasil gak maksimal karena gir depan belakang masih pakai standard. Suspensi belakang standard pula, jadi waktu digeber di dynotest, motornya membal-membal saat dikecepatan tinggi. Walaupun Ban gede gini juga tetep ga dapet traksi, kualitasnya kurang ya, Cuma ogah sebutin merk ah, dosa Harusnya mungkin bisa 17 atau bayangan saya di 18 dk hauhauhau Kesempatan…

Kenyataannya, berarti boleh juga tuh tulisan majalah nya ajib!! Pahala buat om Akiang, rudi jaya motor banten, yang udah mencurahkan pikirannya untuk ngeriset motor, ama pahala buat yang punya motor udah mau mencurahkan dana buat riset, serta wartawannya yg udah nulis , dan banyak lagi pahala untuk orang yang terlibat Kalau ga bisa nerapin berarti bukan salah yang nulis, salah mu sendiri ora iso hahhahahah bercanda guys…

Tenaga segini sebenernya kalo bisa dihasilkan dari karburator standard udah bisa dipake buat meliuk-liuk di kelas pemula kali ya … Hemmm… Jadi pengen riset motor roadrace nih, yamaha jupiter atau honda blade / revo, kita siap bantu… siapa ya yang sehati dan serius dengan RAT, hasilnya kita bagikan untuk seluruh Indonesia  Aseekkk…

Sekarang waktunya pulang, mengembalikan sisa duitnya pak bos, karena kemaren dikasih dana lebih dari anggaran. Busyet… loyal banget deh. Tapi berdoa aja kembaliannya dikasihkan lagi hahaha… Lumayan buat vaksinasi meili, mana sekali suntik + konsultasi dokter bisa 500,000,- an. Weleh-weleh, enak amat jadi dokter ya, sehari nerima 10 pasien aja udah berapa penghasilannya?! Mana rapih-rapih dandanannya, bersih.. Gak kayak kita para dokter mesin, udah jelek , bauk oli, katrok pula hahaha… persis orang Ndeso!!! Tapi apapun kita , yang penting …

Tuesday, March 13, 2012

Seting Shock Depan Buat Balap

Enggak sedikit mekanik yang tambah volume oli sok depan. Tujuannya, untuk memperkeras daya redam sok. Jadi ketika motor direm sepakemnya, sok enggak langsung ambles. Tapi, cara ini kurang maksimal! Kinerja sok, masih kurang mumpuni buat rebound.

Mainkan lagi peran suling sok. Jadi, rebound yang dihasilkan lebih sempurna. Dengan modif suling, daya rebound jadi lebih lambat. Tidak langsung balik dan membuat sok mantul-mantul.

Mantapnya, mekanik yang sekarang ini menangani pacuan Honda buat balap itu berbaik hati. Doi, berani kasih tips cara modif suling itu. Menurutnya, cara ini berlaku untuk semua motor.

Lubang di suling sok standar, ditutup dulu dengan cara las. Setelah itu, dibuat lubang baru, Setelah lubang tertutup, tinggal bikin lubang baru yang diameternya sedikit lebih besar dari standar.

Jika diameter lubang standar 2 mm, dibuat jadi 3 mm. Jarak lubang juga lebih didekatkan. Kata Kampret yang gak bisa terbang itu, dari lubang suling bagian atas turun 3 cm. Sedang lubang bawah, naik 2 cm untuk bikin lubang baru.

Jangan lupa! Selain lubang harus tembus, posisi lubang baru ada di sisi berlawanan dengan lubang lama. Sebenarnya bisa juga dibuat tidak tembus. Tapi lubang dibuat menjadi 4 dengan bentuk melingkar ke atas.

Agar peran sok makin sempurna, ganjal per pakai 2 buah ring 12 sebelum menutup as sok. Adanya tekanan berlebih, semprotan jadi tidak kosong. Volume oli sendiri, cukup sekitar 60–65 mm.

Beda Klep Sonic dan CS-1

Klep Honda Sonic laris-manis di pasaran. Maklum punya ukuran yang strategis untuk seting motor keperluan road race, drag bike dan juga di skubek bore up. Namun kini keberadaan klep Sonic mulai terancam oleh hadirnya klep Honda CS-1.

Mesin Honda CS-1 aslinya memang dari Honda Sonic, jadi wajar saja kalau ukurannya sama. “Klep in 28 mm dan ex 24 mm,” jelas Amid Awaludin dari Adam Motor di Jl. Bayangkara I, No. 96, Paku Jaya, Graha Raya, Tangerang yang penyedia klep Sonic itu.
Amid mewanti, meski ukuran sama tapi beda kode. Asli Sonic kode di payung klep isap dan buang sama-sama GH. Sedang katup CS-1 kodenya klep masuk GH dan klep buangnya WC. Maklum beda yang memproduksi
Klep Sonic dibikin di Thailand, sedang untuk CS-1 bisa jadi diproduksi oleh PT Federal Nittan Industries di MM2100 Cibitung, Bekasi. Masuk dalam grup Astra yang masih ada hubungan dengan PT Astra Honda Motor (AHM) sang pembuat CS-1.

Meski beda yang memproduksi namun jangan takut soal kekuatan. Sebab PT AHM punya standar ukuran dan material. Menurut sumber Em-Plus, katanya klep Sonic dan CS-1 materialnya sama. Jadi, punya kekuatan sama juga.
Bahkan pada klep buang yang kodenya beda. Di klep Sonic GH sedang klep CS-1 WC. Katanya kode produksi WC lebih kuat lagi dibanding GH. Mungkin karena mempertimbangkan bensin lokal yang oktannya rendah.

Namun ada perbedaan sedikit. Pada batang klep buang Honda CS-1 ada bagian yang mengecil. Yaitu batang yang dekat sama bagian payung. Fungsi pengecilan batang ini aslinya untuk memperlancar aliran gas bakar. Supaya tidak banyak terhalang.

Soal harga, klep Sonic berada di kisaran Rp 150-200 ribu. Untuk klep CS-1 lebih bersahabat, hanya Rp 120 ribu satu set di bengkel resmi. Namun untuk mendapatkan klep CS-1 masih lumayan repot. Maklum masih baru. Selain inden kadang diminta menunjukan STNK motor. Kan repot jika beli banyak untuk persediaan balap.

BISA DIPOTONG

Pertanyaan juga muncul, gimana jika batang klep CS-1 dipotong untuk dipasang di motor balap. Jangan-jangan tidak bisa dikeraskan? Tapi, jangan takut juga. Sudah dites oleh Chandra Sopandi dari bengkel bubut Master Tjendana di Jl. Pagarsih, No. 146, Bandung.

Menurut Chandra, setelah dipotong bisa dikeraskan lagi menggunakan cairan kimia campuran dari RBK (Racung Besi Kuning) atau RBM (Racun Besi Merah) dengan air. “Jadi, jangan takut klep CS-1 tidak bisa dipotong dan dikeraskan,” jelas Chandra yang kini sudah punya pacar.

AWAS KLEP SONIC PALSU

Klep Sonic banyak sekali yang palsu. Diprediksi buatan Cina. “Secara ukuran dan bentuk sama persis dengan asli. Bahkan juga punya kode sama, klep isap dan buang sama-sama GH,” jelas Ibnu Sambodo, begawan 4-tak dari Jogja.

Namun jika dilihat dari warna bisa saja ada bedanya. Klep asli rada hitam. Atau bisa terdeteksi ketika pembubutan payung klep. “Bahan klep Sonic palsu kasar seperti pasir, kena mata bubut jadinya kasar atau semrawut,” jelas Ibnu yang 2009 ini membela pabrikan Kawasaki di roda race.

Wednesday, February 22, 2012

HiDS, Diagnosis Injeksi Motor Honda, Enggak Perlu Laptop

mendeteksi kerusakan sistem injeksi bahan bakar PGM-Fi pada sepeda motor Honda harus dilakukan dengan melihat kode kedipan lampu di panel indikator. Tapi kini, dengan HiDS-Injection Diagnostic Tool (HiDS) langkahnya jadi lebih mudah.

Enggak perlu lagi melihat kedipan, karena begitu sistem injeksi dari Electronic Control Unit (ECU) di colokan ke alat ini, semua kerusakan dan kinerja semua sensor sudah langsung terdeteksi.

Sebenarnya alat ini mirip Honda Diagnostic System (HDS) yang pernah dikenalkan PT Astra Honda Motor diawal peluncuran Honda Supra X 125 injeksi. Untuk menggunakannya tidak perlu laptop tapi cukup dengan alat berukuran mungil ini.

Sayangnya, HDS yang didatangkan langsung dari Thailand ini hanya bisa mendeteksi kerusakan pada Supra X 125. Dan harganya mahal, satu unit HDS kala itu dijual Rp 14 jutaan. Sedang HiDS yang buatan Indonesia ini hanya dijual Rp 3,6 jutaan.

Selain itu, HiDS bukan hanya mampu mendiagnosa kerusakan pada Supra X 125, tapi semua line up motor injeksi Honda yang ada di Indonesia. Mulai dari Supra X 125, Honda PCX, Honda Revo AT, Honda CBR250R, Honda CBR150R hingga PGM-Fi generasi terbaru pada Honda Spacy Helm In dan Supra X 125 Helm In yang baru diluncurkan di Indonesia.

Per Klep K1, Asli Amrik

K1 Racing, lama turun di road race. Tim yang disupport sekolahan Budi Luhur itu meluncurkan per klep. Tidak, tanggung diproduksi di Amerika.

Bisa begitu karena One Krisnata yang bos K1 Racing itu sering banget keluar negeri. Ketika wawancara by telepon juga sedang di Singapura.

Per klep K1 Racing ini sementara baru untuk motor Honda. Macam Blade atau Supra X125. “Tinggi pegas 33 mm,” jelas One yang lulusan sekaloh luar negeri itu.

Selain tes di lapangan di tim sendiri, One sudah sebar ke beberapa tim papan atas road race. Untuk di Honda sudah dipakai Mas Danang, mekanik yang dulunya di Honda Putra Rinjani. Juga Adlan Songa, mekanik Honda yang gabung di MS Racing.

Tuesday, December 27, 2011

Suzuki Satria FU 150, Ducks 4 No 200 Cc Fastest


In class duck s / d 200 cc 4-stroke tune-up event Pertamina Enduro Championship Dragbike Pertamax Corsa 2011, Suzuki Satria F 150 races Dani Tilil no opponent. The man was thin was incised please register circuit time 7.783 seconds in Jl. Benjamin Sueb (27/11) ago. Timing smallest among rivals.

Success Tilil supported abis Novrian Day, Motor mechanics AHM SKM Harry. Incidentally Uda, Day greetings friend, an expert also working on engines for duck Hyperunderbone liaran 800-meter track that seated nearly 300 cc. Who ever featured liaran MOTOR Plus.

"Create a fall at a distance of 201 meters, spec and slightly different engine settings. Especially back and stroke. But, says Tilil powernya almost like 300 cc. Though somewhat contrived setting spuyer still wasteful to pursue safe, "said the UDA who claimed the new engine worked less than 2 weeks.

The difference spec and settings that are recognized Uda, more focus on the change back. For the official 201-meter track, again contrived trust duration of 310 degrees. So the machine remains stable with no decrease in acceleration at the top speednya performance.

"The duration is made twin. For the suction valve opening 50 ° before TDC (Top Dead Point) and closes 80 ° after TMB (Bottom Dead Point). Moderate exhaust valve opening 80 ° before the TMB and closed 50 ยบ after TDC, "added Uda the open garage on Jl. H. Naman R6/2B Block, Coconut Cottage, East Jakarta.
Compounded return is maximized combustion chamber is setup with a compression ratio of 13.2: 1. High bit contrived in order to force down more responsive. For to be fast, 184.7 cc engine is now andalakan piston diameter of 66 mm bore up a Tiger and up strokes.

"If the position remains the big end. Just plug the pen stroke size of 3 mm. So step right now so 54 mm piston, "said Uda who entrust DBS custom exhaust to dump the gas pipeline.

Then on the track Jl. Benjamin Sueb which tends to heat, gas intake Pertamax Plus fuel and air supplied from the carburetor reamer 1 mm PE 28 with the settings of the top spuyer 132/50. Moreover, the open-close fuel gas flow valve is set umbrella standard F 150, which according to the father of a child is felt still qualified.

"Because the new machine so contrived settings wetter spuyer tried to be safe first race time. Seen from the spark plug electrodes combustion products are still somewhat brownish color. However, if time would far more quickly again, it could be hell. Dicekek way again. Yesterday can plug the main-jet to 125 or down 3 steps back, "continued Uda.

Well, of all the changes earlier, a vital component of the motor winner is Dani Tilil canvas clutch. Without the proper devices are supported, baseball maximum motor power to the rear wheels.

Sunday, December 25, 2011

Unlimited Speedspark Dynopiggy: Create All Motor Injection


When the long-awaited motorcycle owners finally berpasokan injection sweet fruit. Especially with a single cylinder motor like Yamaha V-Ixion, PCX Honda, Kawasaki KLX250 or Honda Supra X 125 PGM-FI.

Unlimited Speedsparks Dynopiggy previously still a beta version has now been completed. Piggyback with the ability not only as a programmable fuel controller and programmable ignition controller, but also able to shift (resetting) limiter tachometer as an ECU (engine control unit) stand alone.


Fun anymore, Speedsparks Unlimited Dynopiggy no longer the monopoly of the Yamaha V-Ixion only, but can be applied to other injection motors.

After doing a lot of revisions on the predecessor version, Unlimited Speedsparks Dynopiggy now also have the ability to 'learn yourself' (self learning). That is, capable of regulating the fuel injection mapping is automatically associated with air and fuel ratio aka AFR (air fuel ratio).

How it works by comparing the acceleration time curve (curve time acceleration) best recorded through a data logging facility. The best acceleration time was then chosen as the best injection mapping.

Self-learning method in Speedsparks Unlimited Dynopiggy PNP is a solution to the problem of AFR that allows the technician and the owner of the motor. But of course require a technician or tuner who understand and are trained to use it.

"Just by doing some times run on the highway, within about 5 minutes, Unlimited Speedsparks Dynopiggy can find your own optimum point fuel injection mapping for the ideal," said Adrian again.

Jet Main Mikuni TM 24 (Yamaha Genuine Part)

Jet Main Mikuni TM 24 original of Yamaha OEM parts result in appropriate settings and optimizing engine performance. Available in various sizes ranging from 105 to 190. The size and number of bookmarks that facilitate timely and accurate data collection for each circuit condition and race settings.

Bak Clutch OEM SND Yamaha Jupiter Z

Bak manual clutch OEM Yamaha Jupiter Z, is a converter of an automatic clutch to manual clutch. Tub material from the original Yamaha Jupiter Z are modified, the result of welding and finishing is done with precision makes it easy SND bath clutch applied. Package includes stut puller, clutch cable and handle.

Eco Billet Daytona Shock Absorber

Shock absorbers Daytona Racing Billet Aluminum Eco series, with a lightweight but strong material. With settings that can be changed by violence and adjusted to kondiri circuit and rider. Economical but still guaranteed. Can be used for Yamaha, Suzuki and Honda.

Wednesday, December 21, 2011

YSS rear monoshock.


Available for various types of motors and various models of shock.
Among them for CBR, FU, MX, MIO / VARIO, etc..

Please contact us to confirm price and stock.

Valentino Rossi Racing Shirt Auction

img
For a fundraising event for people with skin diseases, 9 times world champion, Velentino Rossi ready to auction off a racing suit complete with his signature. This racing suit is his old racing suit.

Dainese racing suit auction will go to Debra, a charity in England that focus on helping each person who suffers a genetic abnormality in the skin, Epidermolysis Bullosa.

Assistance obtained from the sale of Rossi racing outfit would include specialist care, social support and research to the treatment of the healing process.

"Valentino Rossi has signed an agreement to charity and was donated to us by one of our Italian supporters," said Debra as detikOto quotes from MCN, Thursday (08/12/2011).

"These clothes size 52 and made ​​for Valentino Rossi. We have not been informed whether or not these clothes ever worn by Valentino Rossi, but when it was given to us it comes with a protective shield behind his back and the second and the settings appear to be obsolete," he added.

Racing outfit from Dainese

detail berita
Products that have been long-awaited racing suit that is D-Air Racing is now available to the general market. Dainese safety devices drive icon is made ​​more attractive to its customers in the UK.
Dainese collaboration with Silverstone and Aprilia, BMW and Kawasaki Team World offers a special prize for the first 20 customers who order a new racing suit.

Consumers consist of customers who entered into the VIP category at the World Superbike Championship event at Silverstone from July 29 until July 31, 2011. Valid for VIP customers will take place on Friday 29 July, where they will be wearing a D-Air Racing works Dainese D-Air Engineer.

They will also receive lunch at the hotel, garage tours with Aprilia, BMW or Kawasaki, Dainese star a chance to meet and be clapped the shoulders of the racing star is directly in SBK paddock.

Measurements will be held on Friday and will be supplied to the Dainese headquarters in Italy, where the setting will be created and sent to a local dealer in the UK. D-Air Racing is designed to protect the rider's body that need extra protection, such as shoulders, neck bones, etc..

Tuesday, December 20, 2011

Simply Main Settings Create Upgrade Power Valve Blade Machines

upgrade_power_honda_bladeNot satisfied with congenital engine power or absolute Blade Honda Revo? Apparently the machine comes standard with Honda's factory can still be maximized. Just a little change, workers who are able to grasp increased pretty good. Asiknya again, create an attention to warranty the dealer not to fear his motor warranty will be lost because applying this trick. Well, how come?

Yes, because the trick for Blade Honda engine power upgrade is sufficient to play the valve setting only, the power was definitely changed. Valve in question here is played clearance, combined slit valves of different sizes for incoming valve and exhaust valve. From the test results with Dynotest tools, increased power was proved.

To note, the valve setting standards and absolute Blade Honda Revo is 0.10mm, both for incoming and exhaust. So that needs to change the combination to enter and exhaust valve to change the character of the machine. Certainly the change suits will affect valve lift and duration between open and close the valve through the duration Noken. Automatic suction fuel - air by the piston is different and can change the character of the machine.

The data size is used as a combination valve gap was 0.08 mm, 0.10 mm, 0.12 mm, 0.15 mm and 0.17 mm. From the test data obtained difference engine character. Just choose the course, want to catch top speed or acceleration urban areas. Top speed is identical to the big power while accelerating torque is identical to that sought. So it's easy to determine the most appropriate valve gap with our needs.