Kawasaki

Sykes, who has been an official Kawasaki rider for the past two seasons and a key figure in the development of the current Ninja ZX-10R racebike,...

Ducati

After a positive first two days during the final round of the MotoGP season 2011, the Ducati team had been unfortunate and untimely end for the Valencia Grand Prix...

Yamaha

Racing M. Zaki on a Yamaha Yamalube FDR KYT Trijaya MP3MotoPrix round champion Successful Kemayoran Circuit VIII at last...

Honda

Ultimate series Honda Racing Championship 2008 (HRC) was fierce in the Park Circuit, Surabaya (2 / 11)...

Suzuki

Drag Bike Series Race War II in the Garden of Hope Indah Circuit City (7-8/5) and then, again proved his toughness Suzuki Shogun 125 owned by Erwin...

Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Saturday, September 26, 2015

MotoGP Aragon - Free Practice

After sticking with the hard rear on Friday afternoon, Marc Marquez (and team-mate Dani Pedrosa) ran the medium this morning and set the best lap of the weekend so far. 

Yamaha riders Jorge Lorenzo, Bradley Smith and Pol Espargaro were among those not to improve this morning. 

Open class leader Loris Baz is undergoing shoulder and neck checks after falling heavily on his first flying lap. Maverick Vinales and Jack Miller also later fell at the same Turn 2 left hander. 

The top ten riders after FP3 (combined times) receive direct access to the second and final part of this afternoon's qualifying session. 

Andrea Iannone re-dislocated his left shoulder in training, Nicky Hayden broke recently broke his right thumb on a minimoto bike, Toni Elias is replacing Claudio Corti at Forward Racing... 

Thursday, September 27, 2012

Reza Fahlevi Dominasi Pra Final Kejurnas Motoprix


 Racer asal NAD, Reza Fahlevi babak Pra Final Kejurnas Motoprix 2012 di sirkuit Multi Fungsi Jl Pancing Medan, Sabtu (30/6).
Dalam Kejurnas Motoprix seri IV yang juga Bhayangkara Road Race 2012, dibuka secara resmi Kapoldasu Irjen Pol Drs H Wisjnu A Sastro yang ditandai dengan pengibasan bendera start, Reza berhasil mengatasi rival-rival beratnya yang datang dari berbagai provinsi.

Namun, pembalap nasional asal Sleman, Asep Eko yang turun memperkuat tim KNPI Medan memberi isyarat akan melakukan persaingan hebat setelah ia berhasil finis di posisi kedua dalam kelas MP-2.

Meski masih merupakan babak kualifikasi untuk penentuan grid-position, ppara pembalap sudah terlibat tersaingan Pra Final persaingan yang cukup emosional. Bahkan, racer Sumut Agung Febri yang sementara ini masih memimpin poin di klasemen kelas MP-1, kemarin sempat terjungkal dan tidak bisa melanjutkan lomba di babak Pra Final kelas MP-2, sekaligus menyebabkannya Agung Febri harus start dari urutan 12 kelas MP-2 dan start posisi kedua MP-1.

Persaingan keras memang terasa diantara pembalap seeded Sumatera ini, bahkan Asep Eko yang finis kedua di MP-2, karena mengalami masalah mesin hanya bisa finis posisi ke-9 di MP-2 dari 12 racer yang berlomba. "Ada masalah settingan mesin, tapi masalah ini akan bisa diatasi di final," kata Asep.

Sirkuit

Kapoldasu dalam sambutannya pada acara pembukaan mengatakan akan membantu IMI Sumut dalam menyelesaikan permasalahan sirkuit.

"Saya minta Kapolresta Medan dan Ditkrimsus Poldasu supaya menangani masalah ini, dan panggil developernya kenapa masalahnya bisa terjadi seperti ini," kata Kapoldasu menanggapi laporan terganggunya kegiatan di sirkuit.

Ditegaskan, sirkuit adalah sarana pembinaan generasi muda yang sangat dibutuhkan. "Kita tentu tidak ingin sampai pembalap ini kembali balap di jalan raya," kata Kapoldasu dalam acara pembukaan yang dihadiri Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap, MM.

Ketua Harian IMI Sumut, Jhon Lubis dalam acara pembukaan mengatakan pembinaan para pembalap dan event balap di sirkuit multi fungsi ini terus terganggu, karena developer yang terkesan tidak komit dengan komitmen yang sudah disepakati. "Padahal saat ini kita sedang membina tiga pembalap yang sudah lolos ke PON XVIII," paparnya. 

Wednesday, June 13, 2012

Tim balap Yamaha kembali tak terbendung diAceh dan Banten!!

Dua seri Motoprix berlangsung di hari yang sama yaitu seri 1 Region 2 (Jawa) di sirkuit stadion Maulana Yusuf, Serang, Banten dan seri 1 Region 1 (Sumatera) di sirkuit Den Rudal 001, Lhokseumawe, Aceh. Duo Yamaha, Yoga Adi Pratama (Yamalube KYT 3M FDR Ridlatama) dan M. Zaki (Yamaha Yamalube FDR KYT Trijaya) menjadi bintang di seri Banten dengan masing-masing menjuarai MP1 (kelas 125 cc Tune Up Seeded) dan MP2 (kelas 110 cc Tune Up Seeded). Sedangkan pembalap tuan rumah yang memperkuat Yamaha, Reza Pahlevy (Rpm Fed Oil Fdr Ahrs Brt Sss Racing), memukau penonton dengan naik podium teratas di kelas MP1. Di MP2, Reza menduduki posisi ketiga di belakang pebalap Yamaha, Andreas Edo Gunawan dan Kevin Holly (Honda)……

Yoga finis terdepan di race 1 MP1 di depan pebalap Yamaha lainnya Sulung Giwa dan duo Honda, Hapsoro Rudito dan Juni As. Dan meskipun hanya berada di posisi ketiga di race 2 di belakang Fedri E (Yamaha) dan Juni As (Honda), total poin 41 menempatkan Yoga di puncak klasemen MP1. Di MP2, Yoga menduduki peringkat kedua klasemen setelah finis kedua di race 1 dan race 2.

Di belakang M. Zaki yang sukses merebut podium teratas race 1 dan race 2 sekaligus memberikannya kemenangan di MP2… Tidak diragukan tim Yamaha memang sulit ditaklukkan. Konsistensi, kematangan tim, dukungan motor serta pengalaman yang mereka sandang menjadi kunci utama kemenangan. Namun, mereka juga tidak boleh lengah sebab saingan dekat mereka…Honda telah menunjukkan peningkatan grafik. Last…apakah dominasi pabrikan garputala mampu dipertahankan?? kita tunggu next race info mzbro.

Drag Honda C70

Sebelum memutuskan kita cek ulang di website kuntul club surabaya kemudian kita telpon panitia , ternyata setir diwajibkan berbentuk honda c-70 dan harus terpasang selebor belakang model duck tail original c-70. Weleh…weleh… diadakan rapat crew, diputuskan ikut di kelas bore up 115cc saja dibanding harus memaksa turun di FFA, mempertimbangkan biaya yang sumbernya hasil patungan anak-anak wkwkwkw…

Esoknya hunting dulu part c70, kontak temen-temen minta bantuan, yang ditelp malah nanya balik .. Dibilangin kita mau ikut drag honda kuntul malah ga percaya. Setelah dapat part, langsung rangka motor diungsikan ke tukang las, dirombak menyerupai honda cub. Mesin langsung diturunkan, pengerjaan lebih banyak dalam hal blueprinting, alias menata dan mengganti barang yang rusak.

Seperti misal mengganti connecting rod dan bearing kruk as, karena mepet dana ya cukup pake stang MPM aja dan bearing kruk as NTN. Penting untuk melakukan balans ulang dan centering as kiri dan kanan. Setelah semua balik ke titik nol dengan toleransi 0,02mm, maka dilakukan hardening supaya kruk as tidak mudah melintir / oleng ketika digeber. Transmisi mengalami perubahan pada gigi 1 dan 2 nya diperberat, sehingga nantinya lebih close saat perpindahan gigi dan diberi final gir ringan 13t/37t.

Sisi kanan rumah kopling sentrifugal di matikan , kampas sentrifugal dilepas mengejar bobot penyeimbang hingga 900 gram. Kampas kopling diganti baru , pir kopling memakai milik honda GL dipotong. Tak lupa mereparasi karet peredam hentakan rumah kopling. Bak kopling asli dimodifikasi dengan tuas manual. Sisi kiri masih mengandalkan kontruksi standard, magnit dan spool honda grand original, hanya disisakan spool pengapian. Saat seting sempat dicobakan kit pengapian racing dcpotkan dari motor drag, namun kendali motor jadi terlalu liar — berasa motor balap beneran, padahal ini kan konsepnya motor turing yang bisa diajak balapan heheheh…

Toh yang rencana naikin bukan pembalap, ialah mekaniknya sendiri + office boy nya RAT wakakaka… Nah masuk ke sisi penting dapur pacu, liner asli grand dilengserkan dengan liner baru buatan pabrikan bioli surabaya yang dipercaya untuk mengawal gerak naik turun piston kaze oversize 1.00 NPP japan. Jika dihitung-hitung pun dengan langkah asli, kapasitas mesin tidak mencapai 115cc, jadi ya nge-pur kubikasi silinder sedikit hehehe… Kepala silinder inginnya sih diganti klep gede, tapi ilmu murmerceng dulu saja dikeluarkan, klep dibubut model back cut dan seating dimodifikasi ulang derajatnya.

Dirasa cukup untuk mengalirkan bahan-bakar dan udara lewat porting standard yang diperhalus kulit jeruknya. Kubah ruang bakar dipangkas hingga squish bawaan pabrik hilang, dan dibentuk ulang squish selebar 53mm bersudut 9 derajat. Atap piston kaze pun mengalami pemendekan +- 1mm sebelum dibentuk ulang dengan sudut 8 derajat.

Sumber insipirasi untuk mengembangkan tenaga mesin dengan kapasitas kecil ini adalah artikel David Vizard tentang Small Bore Power selalu terbukti buat kami. Pasokan bahan bakar tidak tanggung-tanggung diserahkan pada karburator keihin pe28mm, yang masih direamer ulang dan diganti piston skep lebih besar dari bahan stainless hingga menggapai venturi 31milimeter. Tatanan pilot jet dan main jet dihajar pada ukuran #52/#130.

Kem Dragster Juara Motoprix

Andy Haryanto, puyeng tujuh pusingan. Yamaha Jupiter-Z pacuan Sulung Giwa, tak kunjung kencang. Seri 1 dan 2 MotoPrix region jawa, melempem tanpa podium juara. Padahal, motor sudah dikorek sana sini. Di tengah kebingungan, pemilik tim Yamaha Andy Speed  NHK FDR SSS itu spekulasi mencangkokkan kem Jupiter-Z 200 cc yang biasa turun di drag bike.  

Siapa sangka berbekal kem dragster itu, Sulung merebut podium pertama di kelas paling bergengsi, bebek 125 cc 4-tak tune up (MP1) pada kejurnas MotoPrix seri 3, Sentul lalu.

Kem motor drag alias dragster mempunyai karakterisitik durasi besar. Berdurasi 275 dan 276 derajat dengan lift 9,6 mm. Klep isap membuka 35sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 61setelah TMB (Titik Mati Bawah).

Untuk klep buang membuka 60 sebelum TMB dan menutup 36 setelah TMA. Motor road race rata-rata bermain di bawah itu. 

Ukuran ini, menghasilkan LSA (Lobe Sparation Angle (LSA) 102,25. Sangat memanjakan mesin di gasingan atas. Rumusnya, bila mesin mempunyai LSA 103 hingga 108, punya torsi yang kuat. Artinya, lebih mementingankan putaran bawah. Sebaliknya, LSA di bawah angka 103, punya karakter galak di putaran atas.



Kondisi seperti ini, rider harus jago jaga rpm. Istilah di balap, gantung rpm. Karena bila gas ditutup, motor bakal ngok dan gampang koit. Berabe deh. Makanya, gaya balap yang sesuai adalah rolling speed. “Gak masalah. Sangat sesuai de-ngan karakter Sulung Giwa,” tukas Andy.

Kesulitannya gak hanya pada gaya balap, setingan seperti ini membuat mesin gampang panas dan rentan jebol. Hal ini disiasati dengan menurunkan kompresi yang dipatok pada 13,8 : 1. Membantu proses pendinganan mesin, suplai bahan bakar pun dibikin melimpah.  Maklum, bahan bakar juga sebagai pendingin mesin. Makanya, Karburator PWK diisi spuyer  115/35. Termasuk basah.

Trik berikutnya, biar motor gak gampang mati, stationer mesin dibikin lebih tinggi. Bila motor normal idle di 1.500 rpm, motor Sulung Giwa dinaikkan hingga 2.000 rpm. Untuk mengantisipasi bila rider menutup gas di tikungan.

Hasilnya, Sulung berjaya di 2 race dan merebut poin tertinggi di MP1.

Monday, June 4, 2012

Balap Liar, Sensasi Mengejar Gengsi di Balik Maut

Raungan suara sepeda motor menderu kencang ditengah jalan, pekikan klakson tiada henti berbunyi diantara hilir mudik beberapa kendaraan yang lewat. Saat iring-iringan sepeda motor melewati simpang jalan, terdengar suara tepukan tangan yang meriah dari para penonton di pinggiran yang sedang asyik melihatnya saat sebuah sepeda motor melaju kencang. Tidak, ini bukanlah adegan seperti dalam film The Legend Of Speed, yang dibintangi oleh Ekin Cheng di jalan raya Hongkong.

Atau juga bukanlah bak aksi Xander Cage yang melarikan diri dari kejaran mafia di sudut kota Praha, Ceko dalam film XXX. Tetapi ini adalah aksi slonong boy, dari beberapa pemuda yang sedang melakukan balap liar saat malam hari. Usai berkunjung ke kawasan Pulo Gadung untuk menyaksikan pertandingan sepak bola liga Spanyol, saya pun kembali pulang menuju rumah. Ketika melewati jalan Pemuda Raya, sebelum perempatan Pramuka, tanpa sengaja saya melihat puluhan sepeda motor sedang berjejer di tepi jalan dengan pemiliknya yang sedang berdiri memandang ke arah ujung jalan. Awalnya saya hanya melewati mereka saja tanpa berpikir yang lainnya, namun tatkala melihat dari spion kanan, tampak dibelakang sepeda motor saya terdapat beberapa kendaraan yang melaju kencang. Dengan penasaran saya pun menepikan kendaraan untuk mencari tahu, yang ternyata beberapa sepeda motor itu sedang melakukan balapan liar.

Sambil memandang ke arah jalan, saya pun memperhatikan aksi balapan tersebut dari dekat sembari menghampiri beberapa remaja yang juga asyik memelototi adegan balap liar yang seru sekaligus mematikan. Saat saya menanyakan kepada beberapa remaja itu, mereka tampak serius menyimak jalannya balapan liar, ada yang memakai motor bebek, vespa, motor sport hingga matic. Ketika itu salah seorang dari mereka mengatakan bahwa hampir setiap malam minggu di kawasan tersebut memang sering diadakan balapan ilegal. Biasanya diselingi dengan taruhan kecil-kecilan yang berkisar antara 100 ribu hingga jutaan rupiah, sebuah nilai yang lumayan besar dari balapan jalanan. Selain karena uang, ada juga yang melakukan balapan untuk sekadar gengsi, yaitu menaikkan pamor klub motornya ataupun komunitas mereka. Salah seorang dari mereka yang memakai syal bergambar sebuah logo merk sepeda motor, turut menimpali bahwa aksi tersebut juga untuk menaikkan citra dari bengkel motor yang biasanya akan laris bila ada pemuda yang memenangi balap liar hasil rombakan dari bengkel tersebut. Ketika saya juga menanyakan sampai jam berapa aksi balap motor ini berlangsung, mereka menjawab serempak, kalau ada Teke (Polisi) patroli, baru pada bubar. Saya yang mendengarkan penuturan mereka pun hanya bisa manggut-manggut kepala sembari terus membidikan kamera saat ada pembalap ilegal yang lewat. Dan, ternyata memang benar, sebab tidak lama kemudian dari jauh lewatlah sebuah mobil kendaraan patroli yang langsung ditanggapi dengan cepat oleh mereka yang sedang nongkrong hingga berpencar dan lari berhamburan mencari selamat.

Apa yang dilakukan oleh sekelompok pemuda dan remaja tersebut saat melakukan aksi balap liar, memang sangat meresahkan warga sekitar. Seperti yang diutarakan oleh seorang penjaga kios minuman, bahwa balapan liar selain membahayakan diri pribadi, juga sangat berbahaya untuk pengendara lainnya. Terutama karena aksi kebut-kebutan dan saling salip-menyalip, tanpa memerdulikan ada mobil atau kendaraan lainnya di depan maupun belakang mereka. Seolah mereka adalah “raja jalanan” di kawasan tersebut, padahal sejatinya apa yang dilakukan sangat beresiko menyebabkan kecelakaan hingga meninggal dunia di tempat. Walaupun sudah banyak contoh yang tewas karena balapan liar di kawasan tersebut, tetap saja mereka tidak kapok sama sekali. “Orang itu mungkin pade punya nyawa dobel kali Mas, jadi ga bisa mati waktu balapan” seloroh seorang sang penjaga kios terlihat kesal karena sering membuat berisik di malam hari. Memang benar juga apa yang diucapkannya, sebab saat saya melihat dengan mata kepala sendiri juga sama. Pembalap liar itu sama sekali nekat dan seperti menantang maut, karena saat mengendarai sepeda motor tidak ada satupun yang memakai helm. Belum lagi mereka sering memotong jalan tanpa menyalakan lampu sein, hingga membuat pengendara lain di depannya terlihat keder.

Juga suara bising dari knalpot yang memekakkan teling, sungguh mengganggu warga sekitar di kawasan tersebut. Tetapi tidak hanya di jalan Pemuda, 3 minggu lalu saat mengunjungi Monumen Nasional usai dari jalan-jalan di kawasan Kota Tua. Saya pun melihat aksi balapan liar yang terjadi di jalan Medan Merdeka Utara. Dari sisi utara Monas, berderet kendaraan untuk menyaksikan balapan liar, yang dilakukan sekelompok pemuda. Saat itu, sepeda motor yang sedang adu balap, sangatlah berkelas karena terlihat dari tipenya yaitu motor Sport dengan cc diatas 150. Ironisnya, mereka melakukan balapan liar terbilang nekat, karena lokasinya tidak terpaut jauh dari Istana Negara, tempat RI 1 berada. Mereka memulai balapan dari arah bawah jembatan kereta Gambir hingga memutar di depan Istana Negara. Aksi yang dilakukan sungguh nekat, sebab melewati gedung Makhamah Agung dan tentu Istana sendiri yang dijaga oleh Paspamres.

Sangat disayangkan bagi mereka yang melakukan aksi balap liar apabila hanya karena gengsi sesaat, hingga menyebabkan kehilangan nyawa. Padahal masih banyak lagi kegiatan untuk berekpresi bagi pemuda dan remaja, seperti futsal dan olah raga lain, dibanding balapan ilegal yang setiap saat selalu diintai sang Maut. Selain di jalan Pemuda dan kawasan Monas, saya beberapa kali sempat menyaksikan aksi kebut-kebutan remaja pada malam hari saat melewati beberapa ruas jalan, diantaranya adalah. - Kemayoran: Di kawasan ini yang bekas bandara, sering sekali terjadi aksi ngetrek, atau balapan liar baik sepeda motor, mobil bahkan Bajaj! - Jalan Mas Mansyur, Tanah Abang: Tepat di seberang Taman Pemakaman Umum Karet Tengsin dan Karet Bivak, di kawasan ini sering juga terjadi aksi balapan liar, seperti saat saya melewatinya beberapa minggu lalu. - Jalan Latumeten dan Kyai Tapa, Grogol: Di dua ruas jalan ini, acapkali terjadi balapan liar, bahkan ada seorang tetangga saya yang masih berusia 18 tahun kecelekaan saat sepeda motornya nyungsep di parit akibat aksi kebut-kebutan bersama beberapa kawannya. - Jalan Daan Mogot: Mulai dari perempatan lampu merah Grogol hingga lewat jalan layang Pesing, tidak jarang dijadikan ajang “mengetes” sepeda motornya hasil korekan bengkel.

Terakhir saya melewatinya pada malam hari, saat menjelang Idul Fitri lalu. - Jalan Bandengan: Bagi yang tinggal di kawasan Jakarta Utara, tentu mengenal jalan Bandengan yang panjang dan mulus ini kerap digunakan segelintir orang untuk kebut-kebutan. Mulai dari pertigaan pejagalan, pasar pagi hingga perempatan Jembatan Tiga dan bablas menuju Kapuk. Untuk itu kepada Kawan Kompasianer yang melewati jalur tersebut pada malam hari, hendaknya ekstra hati-hati. Karena tanpa disadari, mereka kerap memotong jalan kita tanpa memberitahu terlebih dahulu lewat klakson dan lampu sein.

Yamaha Raja Motoprix 2012 di Bengkulu

Pebalap tim Yamaha Irc Nhk Bar yang mewakili Sumatera Barat, Bobby Anasis, menjadi bintang dengan memenangi dua kelas bergengsi yaitu MP1 (Bebek 4 Langkah Tune Up 125 cc Seeded) dan MP2 (Bebek 4 Langkah Tune Up 110 cc Seeded).
Bobby yang dikenal sebagai “Rafid Topan Sumatera” karena gaya membalap agresif dan didikan keras timnya sama seperti Rafid Topan itu, berhasil mengalahkan senior-seniornya seperti Firman Farera (Suzuki Deli Top One FDR) dan pebalap Yamaha, Reza Pahlevi (Rpm Fed Oil Fdr Ahrs Brt Sss Racing). Untuk musim ini pun, tim Bobby berguru kepada Hawadis (mekanik Rafid Topan) dan terbukti berhasil menggebrak di seri ini. Di MP1, Bobby tampil menggila dengan menguasai race 1 dan race 2.
Dia mengungguli Andreas Gunawan dan Agung Febri Ramadhan yang di race 1 dan race 2 menguntit di posisi kedua dan ketiga. Di MP2, Bobby dikepung rapat Firman Farera dan Reza Pahlevi.
Bobby berada di belakang Firman yang finis pertama di race 1.

”Target saya menjuarai Motoprix seri Sumatera dan membalap di Yamaha Cup Race Asean. Musim ini saya berusaha semaksimal mungkin dan sudah persiapan dua bulan sebelum balapan untuk persiapan motor dengan bantuan Hawadis mengembangkan tunggangan Jupiter Z saya, latihan fisik dan kerjasama tim. Saya termotivasi menghadapi pebalap-pebalap senior dan di seri 1 ini bisa membuktikannya,” papar Bobby.

Pebalap tuan rumah yang membela Yamaha, Rio S, mendulang sukses dengan naik podium teratas di MP4 (Bebek 4 Langkah Tune Up 110 cc Pemula) dan MP6 (Bebek 4 Langkah Standart 110 cc Pemula Terbuka). Sedangkan MP3 juga dimenangi pebalap Yamaha, Rio Is (Nhk Fdr Track 18 Reno Putra).

Thursday, April 19, 2012

Motoprix Purwokerto….Yamaha lagi-lagi mendominasi!!

Untuk bisa menang dalam sebuah balapan…mesin menjadi senjata utama tak terbantahkan. Namun semua lupa, kegarangan raungan mesin serasa ompong tanpa didukung sasis mumpuni. Nah…diakui atau tidak, sisi inilah yang menjadi kelebihan utama mayoritas bebek Yamaha. Gampang ditekuk serta rata-rata sangat mudah melibas trek pasar senggol yang penuh dengan tikungan patah-patah….

Ketangguhan pasukan garputala dalam menaklukan sirkuit non permanen GOR Satria, Purwokerto begitu terasa pada seri 2 Region 2 Motoprix. Mereka mengambil semua kemenangan di empat kelas yang dipertandingkan, Minggu (1 April 2012). Agus Setiawan (Yonk Jaya Racing Team) memenangi MP1 (Bebek 125 cc 4 Tak Tune Up Seeded), Yoga Adi Pratama jawara MP2 (Bebek 110 cc 4 Tak Tune Up Seeded), Tamy Pratama (SND Racing Team) memborong kemenangan di MP3 (Bebek 125 cc 4 Tak Tune Up Pemula) dan MP4 (Bebek 110 cc 4 Tak Tune Up Pemula)….

Agus Setiawan tampil dominan finis terdepan di race 1 dan race 2 MP1, mengatasi perlawanan sengit Yoga Adi Pratama dan Fedri Efendi. Yoga yang menjuarai MP1 seri 1 di Banten, gagal mengulang sukses setelah di Purwokerto finis kedua di race 1 namun gagal mendapatkan poin di race 2 karena hujan kurang mendukung performanya. Pada race satu seluruh pembalap Yamaha menyapu bersih podium. Sedang pembalap Honda…hanya Bima yang mampu menguntit pada posisi lima dibelakang Richard Taroreh. Namun pada race dua, Gilang Pranata (Honda) berhasil memperbaiki posisi rekannya dengan nyodok posisi empat…..


Cuma 20 poin dikumpulkannya di MP1 seri Purwokerto namun masih menyelamatkan Yoga untuk menduduki peringkat kedua klasemen sementara MP1 mengantongi poin sama 61 dengan Fedri Efendi. Di tabel sementara MP2, Yoga berada di puncak dengan 81 poin. Hasil finis terdepan di race 1 dan tempat ketiga di race 2 memberikannya kemenangan di seri Purwokerto. Last…silahkan intip hasil seri 2 region 2 Purwokerto dan monggo berikan komentarnya..…(iwb)

Motor Drag Mas Dang Dang

DBS alias Dang Bang Sai adalah nama sebuah tim Drag Race yang terkenal di Thailand. Mr Dang sudah tiga tahun berturut-turut memperoleh peringkat poin total ke satu di kelas Drag Race 2 tak, terutama dikelas 2 tak 160 cc dengan Honda Nova Dash nya yang di bore up hingga mendekati 160cc. Catatan waktu yang diperoleh oleh tim DBS berkisar antara 11.15 detik hingga 11.31 detik. Tetapi pada masa sekarang Mr Dang ikut terjun di kejuaraan 4 tak dan ikut di kejuaraan matic. Knalpot buatan Mr Dang sudah terkenal di Indonesia karena kerapihan las Argon, material pilihan, sambungan yang presisi dan tentunya performa dari knalpot itu sendiri. Karakter power knalpot buatan Mr. Dang cenderung bertenaga pada RPM mid to top power, tetapi tentunya RPM bawahnya cukup bertenaga. Knalpot DBS itu sendiri di Thailand cukup terkenal bahkan diekspor ke berbagai negara lainnya seperti Filipina, Malaysia, dan Indonesia. So buat kalian yang pencinta POWER, knalpot DBS bisa menjadi pilihan selain knalpot lainnya. Untuk PERFORMA dijamin tidak akan mengecewakan !

Spesifikasi Honda Nova Dash Drag by Mr.Dang
Kapasitas : 155cc
Piston : RG 150
Karburator : Keihin PJ 36mm
Pilot/Main Jet : 52 / 145
Kanvas Kopling : FCCI tipe Racing
Rantai : DID tipe 415
Ban Depan : DUNLOP 185
Ban Belakang : DUNLOP 60/90
Velg Depan : 17 x 1.20
Velg Belakang : 17 x 1.40
Perbandingan Final Gear : 14 - 34
Knalpot : DBS

Tuesday, March 13, 2012

Kemenangan di Race Kedua IP110 Seri I Indoprix Sentul

Terus beradu skill dan memanfaatkan performa motor balap, akhirnya H. A Yudhistira berhasil menjadi yang terbaik di race kedua IP110 seri I Indoprix 2012 hari ini (11/2) yang digelar di Sentul Karting Circuit.

Pembalap Kawasaki ini berhasil mengungguli pembalap unggulan dari tim Yamaha, dan Honda. Yudhistira berhasil unggul 1,9 detik dari Anggie Permana yang bertengger ditempat kedua yang berhasil menorehka waktu 24 menit 56.9 detik.

Sementara itu Owie Nurhuda dari tim Honda MS Nissin Top 1 KYT FDR Denso TDR, harus puas finis ditempat ketiga setelah tak mampu lagi mengimbangi performa dari dua rival terdepannnya.

Spesifikasi dan Keunggulan mesin Honda Blade 110R

Kali ini Gue harus mengakui, Honda Blade 110R ini memang benar-benar bebek Honda yang revolusioner. Model baru ini ditunjang dengan type engine yang memang benar-benar baru dengan desain mesin yang up to date alias modern, bahkan konsep mesinnya adalah efisien. Baik secara performa maupun proses manufakturingnya. Oke kita lihat spesifikasinya terlebih dahulu


SPESIFIKASI TEKNIK BLADE 110R
Tipe mesin : 4 langkah SOHC
Pendingin : Udara
Diameter x stroke : 50 x 55,6 mm
Displacement : 109,1 cc
Tenaga maksimum : 8,66 dk/7000 rpm
Torsi : 8,42 Nm/5.500 rpm
Kompresi rasio : 9 : 1
Karburator : Keihin venturi 17
Kopling : Basah, diafragma & sentrifugal
Pengapian : DC CDI

Dengan rancang bangun mesin yang memiliki konsep efisiensi baik secara performance maupun efisien pada tahap produksi, maka beberapa part-engine ini dirancang khusus. Diharapkan mesin rancangan baru ini akan memiliki efisiensi mesin yang tinggi dalam artian performa handal dengan input yang minim, input disini berarti juga konsumsi bahan bakar yang rendah / irit.

Untuk mendapatkan mesin yang memiliki efisiensi mesin yang tinggi/baik ini, hal paling dasar yang diperhatikan Enginier Honda Japan (mesin type baru ini dirancang langsung dari Jepang) adalah bagaimana menekan gaya gesek yang ada pada mesin motor. Beberapa cara dilakukan untuk mengurangi friksi yang terjadi pada beberapa komponen mesin yang selalu bergerak dengan kecepatan tinggi.

Wednesday, February 22, 2012

Musim 2012, Jadwal Motoprix Maksimal 7 seri

Motoprix musim balap 2011 masih menyisakan 1 seri terutama di region 2. Namun rencana jumlah seri pada musim 2012 sudah dibahas. Sponsor-sponsor dari pabrikan motor Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki mengajukan usul penyelenggaraan Motoprix maksimal 7 seri.

“Memang sangat enggak menutup kemungkinan itu dilakukan. Jadinya pada Oktober semua seri di seluruh region sudah kelar. Dengan demikian pada November sudah bisa diadakan final semua region, kalau ada yang menghendakinya,” kata Dyan Dilato, biro roda 2 on track PP IMI.

Suzuki Coaching Clinic 2012 Gembleng 14 Pebalap

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menggelar Suzuki Coaching Clinic 2012 di sirkuit Kenjeran, Surabaya. Coaching clinic diselenggarakan pada 30-31 Januari lalu.
Kegiatan tersebut merupakan persiapan tim-tim balap sepeda motor Suzuki di seluruh Indonesia untuk menghadapi kejuaraan balap sepeda motor Indoprix dan Motoprix 2012. Sebanyak 14 pebalap, yang berada langsung di bawah naungan SIS, mengikuti Suzuki Coaching Clinic 2012.
Ahmad Kohar, Andy Farhat dan Harlan Fadilah akan menjadi pebalap-pebalap di Indoprix 2012. Sementara para pebalap Motoprix 2012 terdiri dari Firman Farera, Suhendra, Ivan Hermawan, Azhar Amir, I Gusti Bagus Oka, Okvan Irfana, Yogi Permana, Riza Kurniadi, Faruq Faizal, Iskar H. Umar dan Dewangga M.
Tiga orang instruktur yang didatangkan dari Jepang memberikan pengarahan dan pembinaan kepada para pebalap. Nobuatsu Aoki dari Suzuki MotoGP Test Rider Japan, Yoshiharu Okada dari Team Suzuki Yoshimura Rider Japan dan Isono Mitsuaki dari Advisor Team Yoshimura Japan, selama dua hari memberi pengetahuan kepada semua pebalap mengenai tehnik balap yang tepat dan benar.
Selain itu juga ditanamkan sikap disiplin sebagai seorang pebalap seperti latihan secara rutin, konsentrasi dalam persiapan balap, cukup istirahat dan persiapan mental di arena balap. Para peserta Suzuki Coaching Clinic 2012 pun melakukan praktik balap di sirkuit untuk meningkatkan feeling terhadap sepeda motor, putaran gas, saat start, racing line dan best time.

26 Tim Honda Siap Tempur di Arena Balap

Astra Honda Motor (AHM) menyiapkan 26 tim balap road race di Indoprix dan Motoprix 2012. Sebanyak 7 tim akan berlaga di Indoprix dan 19 tim akan berkiprah di Motoprix.
Tim-tim balap tersebar di 5 region Motoprix, yaitu Region 1 (Sumatera), Region 2 (Jawa), Region 3 (Bali-NTB-NTT), Region 4 (Kalimantan) dan Region 5 (Sulawesi). Sementara tahun lalu, AHM baru memberi dukungan tim kejurnas full series hanya di 3 region; Region 1, Region 4 dan Region 3.
Secara kualitas, AHM juga memperketat seleksi tim-tim yang akan didukung dengan memperhatikan banyak aspek, mulai dari kualitas pembalap yang diajukan, chief mechanic serta faktor penunjang lainnya. “Aspek kualitas menjadi pertimbangan utama dalam menentukan dukungan yang akan kami berikan,” ujar A. Indraputra, GM Marketing Planning and Analysis Division PT AHM.
Tim main dealer, dealer maupun tim professional murni yang disokong AHM memiliki skuad yang menjanjikan. PT Astra International Tbk-Honda Sales Operation (HSO) untuk pertama kalinya terjun ke arena balap Indoprix dengan membentuk Astra Motor Racing Team.
Tim dealer yang juga membuat gebrakan adalah Honda Tunas Jaya, Magelang. Hokky Krisdianto, juara nasional dua kali pada 2008 dan 2009 akan memperkuat skuad balapnya. Dia akan tampil di ajang balap nasional bersama Dedi Fermadi.
“Di kejurnas Indoprix, semua pebalap Honda nanti akan menggunakan New Honda Blade. Mereka akan membuktikan ketangguhan mesin barunya langsung di setiap sirkuit,” ungkap Indra.
Selain dukungan serius terhadap tim balap, AHM juga secara konsisten melanjutkan program Honda Racing School (HRS) yang terbukti telah melahirkan sejumlah pebalap pemula handal. Demikian juga dengan program Honda Technical Racing Training (HTRT) juga akan dilanjutkan untuk semakin mematangkan dan meningkatkan kemampuan mekanik tim Honda.
“Tahun ini, HRS untuk pemula akan dilaksanakan kembali. Merekrut siswa-siswa berbakat berusia di bawah 15 tahun untuk dibina secara intensif,” tambah Anggono Iriawan, Manager Safety Riding and Motor Sports Dept PT AHM.

Tuesday, February 14, 2012

Butuh Penyesuaian, Honda Rinjani Balik Ke Motoprix

Tim Honda Rinjani, dipastikan musim 2012 enggak lagi ada di grid start Indoprix. Dengan komposisi pembalap Teguh ‘War-Wer’ Nugroho, tim yang sebelumnya diperkuat oleh rider Wawan Hermawan itu akan balik lagi berlaga di level Motoprix. Hal itu seperti dikatakan oleh Anggono Iriawan. Menurut pria yang menjabat sebagai Manager Motorsport PT Astra Honda Motor, dengan komposisi pembalap baru Honda Rinjani perlu melakukan penyesuaian. “Oleh karenanya tahun ini balapan di Motoprix dulu,” katanya.

Denny Pelajari Karakter CBR 250 R Milik Sendiri

Merasakan tes performa sebuah motor sebelum mengikuti musim kompetisi balap, memang sudah seharusnya dilakukan oleh semua pembalap. Sayangnya sesi tes tidak selalu ada setiap saat dan pembalap harus bisa mengakali hal tersebut.

Denny Triyugo yang tahun ini memperkuat tim Astra Motor Racing Team (ART) pun punya cara unik untuk mengetahui karakter tunggangannya. Yaitu mempelajari motor yang sama dan kebetulan dimilikinya di rumah. Nah kebetulan tahun ini Denny akan menunggangi Honda Blade 110 cc di kelas IP110 dan Honda CBR 250 R di kelas Kejurnas 250 cc, Indospeed Racing Series.

Sulitnya proses adaptasi yang dirasakan Andrea Dovizioso dari motor bertenaga besar ke motor yang mengutamakan presisi dan balance, sepertinya cukup berbeda dengan apa yang dirasakan Denny Triyugo yang tahun ini memperkuat Astra Motor Racing Team. Apalagi Wawan Hermawan rekan setimnya di ART menganggap motor ini cukup menjanjikan dari sisi akselerasi dan handling.

“Saya juga enggak tahu persis bagaimana performa terbaiknya, sebab saya belum pernah menjalani sesi tes menggunakan motor itu. Kebetulan di rumah motor saya Honda semua, termasuk CBR 250, jadi mempelajari karakter tunggangan dari motor sendiri aja,” ujar Denny di sela-sela peluncuran tim balap ART pekan lalu.

Honda Racing School Tetap Lanjut Untuk 2012

pertama Honda Racing School (HRS) di selenggarakan di Indonesia 2010 lalu, Dani Pedrosa sebagai pembalap andalan Honda di MotoGP jadi penyemangat sekaligus yang meresmikan pembukaan kegiatan tersebut. Tidak ingin menghilangkan pembibitan pembalap pemula yang berusia lebih muda, PT Astra Honda Motor (AHM) tetap mempertahankan HRS di tahun 2012.

“Tahun 2012 HRS akan tetap kami pertahankan sebagai ajang pembibitan pembalap pemula di Indonesia dari Honda. Kami akan merekrut siswa-siswa berbakat berusia dibawah 15 tahun, untuk dibina secara intensif,” ungkap Anggono Iriawan, Manager Safety Riding dan Motorsports Department PT AHM.

Adapun jumlah peserta didik yang akan mereka bina adalah 20 orang. Anggono melanjutkan bahwa AHM fokus untuk membentuk skill pembalap muda, bukan hanya memberikan label sekolah balap di Indonesia.

“Jumlah peserta memang kami batasi maksimal 20 orang, dan rencananya event sudah bisa berjalan pada bulan April 2012 mendatang,” imbuh Anggono.

Semua peserta yang akan mereka rekrut pun kabarnya adalah peserta baru. Sementara untuk pelatih yang sebelumnya mendatangkan Noboru Ueda, belum bisa dipastikan. “Kita lihat nanti ya, soalnya ini terkait dengan jadwal juga. Jadi masih tentatif,” pungkas pria ramah itu.

Honda Siap Tempur di Balap Motor Nasional 2012

Bukan hanya memantapkan rencana di tingkat internasional seperti MotoGP dan World Superbike Championship (WSBK), namun tim Honda juga terlihat kompak mempersiapkan keikutsertaan mereka di ajang balap motor tingkat nasional.

Dukungan PT Astra Honda Motor (AHM) sebagai ATPM motor Honda di tanah air pun tidak main-main. Mereka menambah 6 tim lagi, sehingga total tim yang mereka support menjadi 26 tim untuk musim 2012. Tujuh tim diantaranya dialokasikan untuk berkompetisi di ajang balap Indoprix, dan 19 lainnya akan berlaga di kejuaraan Motoprix yang terbagi dalam 5 region.

Secara kuantitas, selain jumlah tim yang meningkat, AHM juga memperbanyak jumlah region yang didukung. Tahun ini, perusahaan memberi dukungan 26 tim balap yang tersebar di 5 region, yaitu region 1 (Sumatera), region 2 (Jawa), region 3 (Bali-NTB-NTT), region 4 (Kalimantan) dan region 5 (Sulawesi). Sementara tahun lalu, AHM hanya mendukung tim di 3 region, yaitu di region 1, region 4 dan region 3.

Tentunya penambahan sisi kuantitas dukungan AHM pada tim-tim balap yang ada, didasari pada aspek kualitas. Bukan semata hanya kebutuhan promosi saja. “Aspek kualitas menjadi pertimbangan utama dalam menentukan dukungan yang akan kami berikan,” ujar A. Indraputra, GM Marketing Planning and Analysis Division PT AHM.

Tim yang mendapat sorotan paling besar adalah Astra Motor Racing Team (ART), karena mereka baru pertama kali turun di kejuaraan Indoprix dan langsung menggaet Benny Djati Utomo sekaligus timnya yaitu Star Racing. Tim ini akan membawa nama kondang di dunia balap yaitu Denny Triyugo dan Wawan Hermawan. (otosport.co.id)

Tim Honda di Indoprix 2012 :
1. Honda Banten : Ocky Ristan dan Bima A
2. Honda Wahana Dunia : Iswandi Muis dan Dery Irfandi
3. Honda OEI Connection : Wahyu Widodo dan M Nurgianto
4. Honda Tunas Jaya : Hokky Krisdianto dan Deddy Fermadi
5. Honda MS : Owie Nurhuda dan Marsholandi
6. Honda Daya Jayadi : Aldhila E D dan M. Lukman
7. Honda Astra Motor : Denny Triyugo dan Wawan Hermawan

Tim Honda di Motoprix 2012 :
1. Honda Stebo : Steven Budiman (region 2)
2. Honda Aries Putra : Juni AS Checa (region 2)
3. Honda Zuma : Roland Tuahatu dan Samhan (region 2)
4. Honda Golden : Aditya Pangestu dan Andi Gilang (region 2)
5. Honda Yonex : Adi Aditya dan Yoga Dio (region 2)
6. Honda SBM : Prasentianto (region 2)
7. Honda Taruna : Hapsoro Rudito (region 2)
8. Honda Jeany Jhoo : Rendy Yusrie dan Wawan Harmono (region 2)
9. Honda Kompo : Diaz Kumoro Djati dan Tommy Salim (region 2)
10. Honda Dumasari : Gilang Pranata dan Feizy J (region 2)
11. Honda OCTVZ Budiluhur : Bima Octavianus (region 2)
12. Honda TDJ : Reynaldi dan Aditya Herdiana (region 2)
13. Honda Intrac : Yogi Permana dan Eko Ryanto (region 1)
14. Honda Bali : Roy Nugraha (region 3)
15. Honda Mataram : Donny Kalbuadi dan Donny Saputra (region 3)
16. Honda Pontianak : Aji Marompong (region 4)
17. Honda Trio Boss : Alpian Ridhuanmor (region 4)
18. Honda Makassar : Imam Yusuf dan M. Syahbullah (region 5)
19. Honda Lilo Makassar : Handi Tuahatu dan Abdul Rahman (region 5)

Rafid Topan Digantikan Hadi Wijaya

Hadi Wijaya dipastikan ngegas Yamaha di musim 2012. Hal tersebut seperti yang dikatakan Rudyanto Widjaya, pemilik tim balap Tunggal Jaya. “Hadi akan menggantikan posisi Rafid Topan dan akan ditandemkan dengan Ferlando Herdian,” jelasnya. Secara usia memang rider asal Singkawang, Kalbar itu enggak muda lagi, namun motivasinya untuk jadi juara indoprix cukup tinggi. Hal tersebut jadi salah satu alasan dipilihnya Hadi masuk skuad tim Tunggal Jaya. Selain indoprix, Hadi dan Ferlando juga akan ikut balapan tingkat Asia.

Tim Yamaha 2012 di Ajang Balap Motor Nasional

Tepat pada Rabu sore tadi (8/2) PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) akhirnya meluncurkan tim 28 tim balap mereka untuk musim kompetisi tahun 2012. Meski terdapat beberapa perubahan di kubu mereka, namun tidak ada perubahan ekstrim pada susunan pembalap secara keseluruhan. Bahkan tim Yamaha kembali memperkuat lini pembalap mudanya sebagai pembalap masa depan.

“Target kami jelas untuk mmepertahankan hasil yang kami selalu raih dalamn 4 tahun terakhir, khususnya di ajang balap Indoprix. Namun untuk ajang balap Motoprix, kami akan tetap melakukan yang terbaik. Sebab dari sinilah Yamaha membina pembalap-pembalap muda yang bakal naik ke ajang balap Indoprix dan ajang balap lainnya dalam level yang lebih tinggi,” papar Dyonisius Betti, Presiden Direktur PT YIMM. (otosport.co.id)

Berikut daftar lengkap tim balap Yamaha di ajang balap nasional 2012 :
Tim Motoprix :
1. Lautan Teduh : Andreas Gunawan dan Teddy AS (region 1)
2. Alfa Scorpil : M. Irvansyah L dan Agung F (region 1)
3. Bobby Alhamra RT : Bobby Anasis (region 1)
4. Aneka Jaya : Rizky Yoanda (region 1)
5. Perwira RT : Iqbal Gatra (region 1)
6. Yonk Jaya : Galang, Reza Ramdan dan Agus Setiawan (region 2)
7. Tri Jaya Motor : M. Zaki (region 2)
8. SND Racing : Tammy Pratama dan Fathrin HK (region 2)
9. Ridlatama : Andi Pramana dan Yoga Adi Pratama (region 2)
10. IRM : M Noor Khairi dan Fedri Efendi (region 2)
11. Andy Speed : Eko Adi P dan Sulung Giwa (region 2)
12. Kartika Junjunan : Asep Kurnia, Willy Ahadasi dan Wildan (region 2)
13. Warid : Tony Rahmawan dan Irfan Riyadoh (region 2)
14. Wins Motor : IB Gerdha Redita D dan Agus Dedy Purnawan (region 3)
15. Waja Motor : I Nengah Mulya Arta (region 3)
16. YMH Banjar STB : Rofix (region 4)
17. Serba Motor : Norman Pradana dan Sonda Alpha (region 4)
18. Lanay Jaya : Yongki Taher dan Rudy Salim (region 4)
19. ADM Biker : Anggil Pratama (region 5)
20. SJAM : Irfan Majid, M Wildan Goma, Cikal Jayawijaya dan Randy AT (region 5)
21. Trisakti Srempet : Saddank H Mustarim dan Nanang Akbar (region 5)
22. Solthana RT : Novan BZ dan Ridwan De Aji (region 5)
23. Adhi Motor : Andi Arnold, Ermal Wijaya dan Hamka Ahmad (region 5)

Tim Indoprix :
1. Yonk Jaya : Florianus Roy dan Sigit PD
2. Tri Jaya Motor : Anggi Permana dan Sudharmono
3. SND Racing : Asep Kancil Maulana
4. Sentral Mandiri : Adi Bontot dan I Ketut Madiasta
5. Tunggal Jaya : Hadi Wijaya dan Ferlando Herdiana
6. Nino’s : Teddy Permana

Tim Underbone 115 cc Asia :
1. Tunggal Jaya : Hadi Wijaya dan Ferlando Herdiana

Tim Supersport Nasional dan Asia :
1. Indoprom TJM : Dimas E, Doni Tata P dan Rapid Topan
2. ASH : Satria dan Sudharmono